BOGORPLUS.ID - Upaya mitigasi bencana banjir mulai digalakkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klungkung, Bali, dengan memprioritaskan normalisasi salah satu sungai vital di wilayah tersebut. Aksi ini dilakukan sebagai respons langsung terhadap ancaman luapan air yang kerap terjadi saat musim penghujan tiba akibat kondisi sungai yang mengalami pendangkalan parah.

Lokasi utama yang menjadi fokus awal penanganan adalah aliran Sungai Candigara yang melintasi Desa Kampung Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Pengerukan ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk memastikan daya tampung sungai kembali optimal dan mencegah genangan di area pemukiman warga sekitar.

Kepala BPBD Klungkung, I Putu Widiada, menjelaskan bahwa proyek pengerukan ini akan dilaksanakan secara bertahap untuk memastikan efektivitas dan kelancaran prosesnya di lapangan. "Pengerukan dilakukan bertahap. Tahap pertama dari barat Polsek Dawan ke arah utara. Hari ketiga difokuskan pada pengangkutan hasil kerukan ke tempat pengumpulan," ujar Widiada, Rabu (24/6/2026).

Tahap normalisasi selanjutnya telah direncanakan dengan matang, di mana fokus pengerukan akan digeser ke bagian selatan sungai. "Proses pengerukan tahap kedua akan menyasar area pompa Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Panca Mahottama hingga ke sisi selatan," jelas Widiada, merinci rencana kerja selanjutnya.

Selain itu, pengerukan tahap ketiga juga sudah dijadwalkan untuk dilaksanakan di area sebelah timur Bank BRI, sebagai bagian dari rangkaian upaya pembersihan alur sungai. Setelah tahapan pengerukan selesai, akan dilanjutkan dengan pembangunan sodetan di Pantai Segara untuk menjamin kelancaran pembuangan air langsung menuju laut.

Bupati Klungkung, I Made Satria, meninjau langsung lokasi pengerukan dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menyelesaikan proyek ini sesuai jadwal yang ditentukan. "Normalisasi sungai target 60 hari kerja. Sungai-sungai yang terindikasi menyebabkan banjir akan selesai dikerjakan. Saya berharap ke depan masyarakat bisa tenang," ujar Satria.

Setelah Sungai Candigara rampung ditangani, BPBD Klungkung tidak berhenti di situ; fokus penanganan akan dialihkan ke titik-titik rawan banjir lainnya. Beberapa lokasi prioritas berikutnya termasuk Sungai Karangdadi, aliran lorong Desa Kusamba, serta saluran air dari Pikat menuju Yeh Banges yang sering merendam area persawahan.

Bupati Satria juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektoral untuk menghindari masalah hukum terkait batas kepemilikan lahan. "Satria memastikan pihak pemerintah daerah sudah berkoordinasi dengan masyarakat setempat serta Badan Pertanahan Nasional (BPN)," ungkap keterangan resmi mengenai langkah koordinasi tersebut.

Pemerintah Kabupaten Klungkung memiliki visi jangka panjang pasca-normalisasi, yaitu mengubah sempadan sungai menjadi ruang publik terbuka yang tertata rapi dan produktif. "Harapannya UMKM tumbuh, menjadi tempat yang produktif dan menghasilkan untuk desa, daerah, serta masyarakat setempat," jelas Bupati Satria.