BOGORPLUS.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang segera merespons insiden ambruknya sebuah jembatan di Kecamatan Sumur, Banten, pada Rabu (24/6/2026). Peninjauan langsung dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk menganalisis kondisi kerusakan infrastruktur tersebut.

Peninjauan ini mencakup pemantauan mendalam terhadap jembatan yang runtuh di Kampung Tarikolot, Desa Tunggal Jaya, serta area titik longsor di hunian tetap (Huntap) penyintas tsunami Kampung Palimping. Langkah cepat ini diambil untuk mendapatkan data awal mengenai kerusakan struktural yang terjadi.

Kepala DPUPR Pandeglang, Roni, mengonfirmasi bahwa tim teknis tengah berada di lapangan untuk melakukan survei komprehensif. "Lagi pada ke lapangan," kata Roni, Rabu (24/6/2026).

Saat ini, otoritas terkait masih fokus mengumpulkan data teknis detail dari lokasi kejadian. Data ini sangat krusial sebagai dasar untuk merumuskan kebijakan perbaikan yang paling tepat dan efektif.

"Nanti seperti apa hasil survei dikoordinasikan sama teman-teman," imbuh Roni, menegaskan bahwa hasil temuan lapangan akan segera dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Insiden ambruknya jembatan Kampung Tarikolot dipicu oleh beban berlebih saat dilewati oleh satu unit truk yang membawa muatan pasir. Jembatan ini memang sudah lama dilaporkan dalam kondisi memprihatinkan sebelum tragedi tersebut terjadi.

Sekretaris Desa (Sekdes) Tunggal Jaya, Andi Suandi, menjelaskan bahwa jembatan tersebut runtuh setelah dilintasi oleh dump truk pengangkut pasir. "Jembatan ambruk usai dilintasi dump truk pengangkut pasir," kata Andi Suandi, Selasa (23/6).

Andi Suandi mengungkapkan bahwa pihak desa telah lama mengajukan permohonan perbaikan karena kondisi jembatan sudah sangat tua dan rusak berat. "Memang awalnya jembatan itu sudah rusak berat karena sudah hampir puluhan tahun jembatan belum dibangun juga," ujarnya.

Dampak dari putusnya sarana vital ini sangat signifikan karena jembatan tersebut merupakan penghubung utama bagi mobilitas masyarakat sehari-hari. Akses warga kini terputus total karena tidak adanya jalur alternatif lain yang memadai.