bogorplus.id - Anyang-anyangan atau nyeri saat buang air kecil merupakan keluhan umum yang tidak boleh diabaikan. Kondisi ini, yang dalam istilah medis dikenal sebagai disuria, dapat menjadi indikasi adanya penyakit tertentu yang berpotensi menimbulkan komplikasi berbahaya jika dibiarkan.

Disuria bukanlah penyakit tersendiri, melainkan gejala yang menyertai gangguan kesehatan lain. Meskipun dapat dialami pria maupun wanita, keluhan ini cenderung lebih sering terjadi pada kaum hawa.

Waspadai Gejala Anyang-anyangan

Gejala disuria dapat bervariasi antarindividu. Namun, beberapa keluhan umum yang sering menyertai antara lain:

  • Rasa nyeri atau perih saat buang air kecil.
  • Frekuensi buang air kecil meningkat, namun volume urine sedikit.
  • Sensasi buang air kecil terasa tidak tuntas.
  • Nyeri panggul (umumnya pada wanita).
  • Urine berbau menyengat, lebih pekat, atau bahkan bercampur darah.
  • Disertai demam dan rasa mudah lelah.

Gejala penyerta juga bergantung pada lokasi infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih bagian atas (pielonefritis) ditandai dengan nyeri pinggang atau punggung, demam, mual, dan muntah. Sementara itu, infeksi saluran kemih bagian bawah (sistitis) biasanya menimbulkan nyeri perut bagian bawah, urine berbau menyengat, dan adanya darah dalam urine.

Penyebab dan Faktor Risiko Disuria

Penyebab utama anyang-anyangan umumnya berkaitan dengan gangguan pada sistem saluran kemih. Beberapa penyakit yang dapat memicu keluhan ini meliputi:

1. Infeksi Saluran Kemih (ISK), sistitis, uretritis, atau uropati obstruktif.
2. Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti herpes genital, gonore, atau klamidia.
3. Gangguan prostat, misalnya prostatitis.
4. Epididimitis (infeksi saluran sperma).
5. Penyakit radang panggul.
6. Batu ginjal.