BOGORPLUS.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon mengambil langkah proaktif dalam menghadapi krisis penampungan sampah dengan menyiapkan lokasi baru untuk fasilitas pengolahan sampah terpadu. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Gunung Santri yang sudah mendekati batas maksimal kapasitasnya.

Rencana strategis ini diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon dan secara resmi diumumkan pada hari Selasa, 9 Juni 2026. Penyiapan lokasi baru ini menjadi krusial mengingat TPA Gunung Santri telah beroperasi selama lebih dari 15 tahun dan daya tampungnya semakin terbatas.

Kondisi darurat ini muncul karena volume sampah harian yang dihasilkan oleh sekitar 2,5 juta penduduk Kabupaten Cirebon diperkirakan mencapai angka signifikan, yaitu 1.260 ton setiap harinya. Keterbatasan ini memaksa pemerintah mencari alternatif penanganan sampah yang lebih berkelanjutan.

Saat ini, Kabupaten Cirebon mengandalkan dua fasilitas utama, yakni TPA Gunung Santri di Kecamatan Palimanan yang hanya mampu menampung sekitar 300 ton per hari, dan TPA Kubangdeleg di Kecamatan Karangwareng yang hanya sanggup menampung 100 ton per hari. Gabungan kedua TPA aktif ini hanya mampu mengolah total 400 ton sampah sehari.

Kepala DLH Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, mengonfirmasi situasi genting mengenai lahan pembuangan sampah yang ada saat ini.

"TPA Gunung Santri saat ini sudah mendekati overkapasitas. Karena itu kami menyiapkan alternatif fasilitas baru di wilayah Gempol," ujar Dede Sudiono.

Sebagai tindak lanjut dari pernyataan tersebut, proses pembebasan lahan untuk area pengolahan sampah baru sedang digenjot oleh perangkat daerah terkait. Lokasi yang ditargetkan berada di Kecamatan Gempol dan direncanakan memiliki luasan sekitar lima hektare.

"Rencananya lokasi baru berada di wilayah Kecamatan Gempol dengan luas sekitar lima hektare," ujar Dede Sudiono.

Selain menyiapkan lahan baru, pemerintah daerah juga tengah mengoptimalkan fungsi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang sudah ada. TPST ini difokuskan untuk mengolah limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi.