BOGORPLUS.ID - Kabar mengenai rencana relokasi dua pabrik komponen otomotif Jepang dari Jawa Timur menuju Vietnam menjadi perhatian serius yang harus segera ditangani oleh pemerintah Indonesia. Jika langkah mitigasi yang tepat tidak segera diambil, situasi serupa berpotensi terulang di masa depan.

Perpindahan lokasi pabrik ini terjadi di tengah tren global industri otomotif yang sedang bertransformasi dari mesin konvensional menuju elektrifikasi. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia diminta untuk memberikan penguatan penuh terhadap sektor kendaraan listrik (EV) agar tetap kompetitif di kawasan.

Dua perusahaan komponen otomotif asal Jepang tersebut dikabarkan melihat bahwa ekosistem industri kendaraan listrik di Vietnam dinilai jauh lebih mapan dan produktif dibandingkan dengan yang ada di Indonesia saat ini. Kedua pabrik yang dimaksud berfokus pada produksi komponen kendaraan bermotor.

Yannes Pasaribu, seorang pengamat otomotif senior dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menekankan perlunya respons cepat dari pemerintah terkait isu ini. Ia menyoroti bahwa langkah perusahaan tersebut merupakan bagian dari strategi global dalam menyongsong transisi bisnis.

"Untuk mencegah industri otomotif semakin banyak yang hengkang ke depan, pemerintah perlu mempercepat penyempurnaan arah kebijakan dan insentif EV yang konsisten, kompetitif terkait penguatan ekosistem komponen dalam negeri, serta meningkatkan komunikasi langsung dengan prinsipal," ujar Yannes kepada detikOto, Selasa (23/6).

Yannes juga menambahkan bahwa upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia juga krusial dalam mempertahankan daya tarik investasi. "Selain itu, program reskilling tenaga kerja untuk teknologi EV juga penting agar Indonesia tetap menjadi lokasi produksi yang menarik di kawasan ASEAN," tambahnya.

Di sisi lain, Said Iqbal, Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, mengonfirmasi adanya rencana perpindahan dua pabrik komponen otomotif dari Jawa Timur ke Vietnam. Ia menyebutkan bahwa kedua perusahaan tersebut memiliki induk perusahaan yang berasal dari Jepang.

Dikutip dari detikFinance, Iqbal menyampaikan kekhawatiran signifikan mengenai dampak sosial dari keputusan relokasi ini. "Di daerah Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur, ada dua perusahaan, saya belum bisa sebut nama perusahaannya. Dua perusahaan raksasa komponen otomotif. Itu bisa ribuan karyawannya akan terdampak PHK," ujar Said Iqbal dalam konferensi pers.

Iqbal memberikan sedikit petunjuk mengenai identitas perusahaan tersebut, menyebutkan bahwa inisialnya adalah J dan S. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama pemindahan produksi tersebut adalah untuk fokus pada pengembangan kendaraan listrik, yang dinilai lebih menjanjikan di Vietnam.