bogorplus.id – Direktur Eksekutif Fixpoll Indonesia, Mohammad Anas RA, berpendapat bahwa Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), sedang mempersiapkan langkah-langkah politik sebelum membuat keputusan untuk maju sebagi calon ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Anas berpendapat bahwa Jokowi tengah memastikan bahwa tokoh-tokoh politik berpengaruh dapat bergabung jika dia memustuskan dan terpilih sebagai ketua umum PSI menggatikan Kaesang Pangarep.
“Saat ini tentu Jokowi sedang memainkan catur politiknya yaitu memastikan mampu menggalang tokoh berpengaruh dari berbagai profesi, organisasi, relawan bahkan tokoh partai politik tertentu,” ujar Anas kepada CNNIndonesia.com, Senin (19/5/2025).
“Jadi jangan heran jika ada tokoh partai besar yang gabung ikut Jokowi karena Jokowi memiliki resources politik,” tambahnya.
Di sisi lain, Anas beranggapan Jokowi lebih cenderung bergabung dengan PSI ketimbang Golkar karena posisi politik yang lebih stabil dan aman dari ancaman manuver politik berpotensi menggoyahkan kepimpinannya.
Telebih, ujarnyam Golkar dikenal sebagai partai yang sering mengalami manuver politik internal yang mengancam posisi pimpinan partai beringin itu.
Sementara itu, Jokowi pernah tertarik untuk memimpin PDIP, mengingat basis pemilihnya berdekatan dengan pendukung PDIP. Namun, menurut Anas, Jokowi menyadari bahwa PDIP yang dibentuk oleh Megawati Soekarnoputri memiliki ‘benteng’ yang sulit untuk ditembus, terutama karena Jokowi telah dipecat.
“Partai Solidaritas Indonesia adalah pelabuhan terakhir Jokowi, menjadi ketua umum PSI sangat mudah dan terjamin dari ancaman yang bisa menggoyahkan kursi pucuk pimpinan PSI,” ungkapnya.
Sebelumnya, Ketua Fraksi PSI di DPRD Jakarta, William Aditya Sarana, menyebutkan bahwa nama Jokowi dan Kaesang Pangarep masuk dalam daftar calon ketua umum PSI. William menyatakan bahwa nama-nama tersebut muncul berdasarkan diskusi yang berlangsung di dalam partai.