BOGORPLUS.ID - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) telah menetapkan sebuah target yang dinilai sangat ambisius terkait pengembangan ekonomi kerakyatan di Indonesia. Sasaran utama yang ditetapkan adalah memastikan sebanyak 40.000 Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih dapat beroperasi secara penuh.

Target fantastis ini diberikan batas waktu pencapaian hingga penghujung tahun 2026 mendatang. Penetapan tenggat waktu ini merupakan bagian integral dari strategi besar Kemenkop dalam memicu pertumbuhan ekonomi dari sektor akar rumput masyarakat.

Dilansir dari BISNISMARKET.COM, langkah ini menunjukkan upaya serius pemerintah untuk memperkuat struktur ekonomi pada tingkat desa dan kelurahan melalui wadah koperasi. Aktivasi koperasi di tingkat dasar ini diharapkan menjadi motor penggerak kesejahteraan lokal.

Namun, ambisi besar ini menuai sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Sorotan tersebut berpusat pada tingkat realitas dan kesiapan infrastruktur untuk mencapai angka 40.000 unit koperasi yang beroperasi penuh dalam kurun waktu yang relatif singkat.

Pencapaian 40.000 KopDes/Kel yang benar-benar aktif memerlukan dukungan regulasi, pendampingan intensif, serta modal yang memadai di lapangan. Hal ini menjadi bahan evaluasi penting bagi para pemangku kepentingan di Senayan.

"Target tersebut merupakan bagian dari strategi besar Kemenkop untuk memicu pertumbuhan ekonomi dari sektor akar rumput," demikian disampaikan oleh pihak Kemenkop terkait urgensi program ini.

Ketua Komisi VI DPR RI diketahui telah menyuarakan pandangannya mengenai target ambisius tersebut. Beliau menyoroti apakah target 40.000 KopDes Merah Putih yang beroperasi penuh pada tahun 2026 benar-benar realistis untuk diimplementasikan.

"DPR menyoroti realistisitas target 40.000 KopDes Merah Putih Kemenkop beroperasi penuh tahun 2026," ujar salah satu anggota DPR RI terkait isu tersebut.

Rencana strategis ini membutuhkan keselarasan kebijakan lintas sektor dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa. Jika berhasil, program ini berpotensi besar meningkatkan inklusi keuangan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.