bogorplus.id - Fase setelah melahirkan merupakan momen transformatif yang penuh kebahagiaan, namun sekaligus tantangan bagi kondisi psikologis seorang ibu. Selain kelelahan fisik, ibu baru juga rentan mengalami gangguan kesehatan mental, salah satunya depresi pasca melahirkan.

Berbeda dengan baby blues syndrome yang cenderung ringan dan singkat, depresi postpartum memiliki gejala yang lebih berat dan memerlukan penanganan yang tepat agar tidak berdampak pada kesehatan ibu maupun tumbuh kembang bayi. Data dari Office on Women's Health menunjukkan bahwa sekitar satu dari sembilan ibu baru berisiko mengalami kondisi ini.

Untuk membantu para ibu melewati fase tersebut, berikut adalah delapan langkah efektif dalam mengatasi depresi pasca melahirkan:

1. Membatasi Paparan Informasi Negatif
Depresi pasca melahirkan sering kali membuat kondisi emosional menjadi tidak stabil dan memicu pikiran negatif. Untuk mencegah kecemasan berlebih, ibu menyarankan untuk membatasi paparan informasi yang mengganggu ketenangan, seperti berita kriminal, film horor, atau konten media sosial yang memicu stres.

2. Menyeringkan Komentar Negatif
Lingkungan sosial terkadang memberikan tekanan melalui komentar yang kurang empatik. Penting bagi ibu untuk membatasi interaksi dengan pihak-pihak yang memberikan pengaruh negatif. Menyadari bahwa mengalami stres setelah melahirkan bukanlah tanda kelemahan mental adalah langkah awal pemulihan yang krusial.

3. Mendelegasikan Tugas Rumah Tangga
Peran baru sebagai ibu sangat menguras energi. Ibu tidak perlu memaksakan diri untuk menyelesaikan semua pekerjaan rumah tangga sendirian. Berbagi tanggung jawab dengan pasangan atau anggota keluarga lainnya sangat disarankan agar ibu memiliki waktu istirahat yang cukup selama masa nifas.

4. Mencari Dukungan dari Sesama Ibu
Berbagi cerita dengan ibu lain yang pernah mengalami kondisi serupa dapat memberikan rasa dipahami dan didukung. Komunitas atau kelompok pendukung ( support group ) dapat menjadi wadah yang aman untuk bertukar pengalaman tanpa rasa takut dihakimi.

5. Menjaga Aktivitas Fisik
Menurut American Academy of Family Physicians , aktivitas fisik ringan secara rutin dapat membantu menurunkan hormon stres dan meningkatkan suasana hati. Ibu bisa mencoba berjalan kaki santai atau melakukan gerakan ringan selama 20–30 menit setiap hari untuk membantu merelaksasi pikiran.

6. Meluangkan Waktu untuk Diri Sendiri ( Me Time )
Melakukan hobi atau kegiatan yang disukai, seperti membaca buku atau menonton film, sangat penting untuk menjaga keseimbangan mental. Ibu tidak perlu merasa puas saat membutuhkan waktu sejenak untuk mandiri, karena kesehatan mental ibu adalah prioritas utama.