bogorplus.id - Di balik tingkah lakunya yang lucu dan menggemaskan, hewan peliharaan seperti kucing rupanya menyimpan potensi risiko kesehatan yang tidak boleh diabaikan. Bulu kucing, yang sering kali menjadi sasaran elusan para pencinta hewan, dapat menjadi perantara penyebaran berbagai bakteri, jamur, hingga parasit penyebab penyakit.
Risiko kesehatan ini bahkan bisa berdampak lebih serius pada kelompok rentan, seperti ibu hamil dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Kontak langsung dengan bulu atau kotoran kucing yang terkontaminasi berpotensi memicu gangguan kehamilan, mulai dari bayi lahir dengan berat badan rendah hingga risiko kelahiran prematur.
Berikut adalah beberapa penyakit yang patut diwaspadai akibat kontaminasi dari bulu kucing:
1. Penyakit Cakar Kucing (Cat Scratch Disease)
Penularan sering terjadi secara tidak sadar, misalnya saat seseorang mengelus bulu kucing yang terkontaminasi lalu langsung menyeka mata. Bagi orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti penderita HIV/AIDS atau pasien kanker yang menjalani kemoterapi, infeksi bakteri ini dapat memicu masalah kesehatan yang jauh lebih serius.
2. Kurap (Ringworm)
Gejala kurap pada kucing umumnya ditandai dengan munculnya area melingkar yang berkerak disertai kerontokan bulu. Jika kucing peliharaan menunjukkan gejala tersebut, pemilik diimbau segera membawanya ke klinik hewan dan membersihkan rumah secara menyeluruh agar tidak ada spora jamur yang tertinggal.
3. Toksoplasmosis
Penyakit ini sangat berbahaya bagi ibu hamil karena berisiko menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, hingga cacat bawaan pada janin. Selain itu, sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa toksoplasmosis dapat menurunkan tingkat kesuburan pada wanita.

