bogorplus.id – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen dalam acara Job Fair Kota Bogor 2026 harus berjalan secara profesional dan transparan.
Ia secara tegas melarang adanya praktik kolusi atau intervensi "titipan" dari pihak mana pun, termasuk pejabat pemerintah.
Penegasan ini disampaikan Jenal saat meninjau langsung pelaksanaan bursa kerja yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bogor di Plaza Jambu Dua, pada 8 hingga 9 Juni 2026.
“Saya memerintahkan, saya berharap wajib tidak ada kolusi. Tidak ada prioritas titip-menitip dari siapapun pejabatnya. Perusahaan harus profesional. Pak Kepala Dinas Ketenagakerjaan juga siap mengawal, tidak ada kenalan siapa atau dari siapa. Semua profesional,” ujar Jenal kepada wartawan, Senin (8/6/2026).
Jenal menekankan bahwa keseluruhan proses seleksi harus didasarkan sepenuhnya pada kemampuan dan kompetensi peserta, tanpa adanya intervensi eksternal.
Untuk memastikan akuntabilitas, Jenal meminta Disnaker untuk mengawasi proses tersebut.
Setiap perusahaan peserta juga diwajibkan melaporkan hasil penerimaan tenaga kerja kepada Disnaker setelah kegiatan selesai.
“Saya pastikan nanti setelah dua hari berjalan, perusahaan yang merekrut juga harus lapor balik ke Disnaker berapa yang diterima. Ini agar dijadikan evaluasi sekaligus bukti proses rekrutmen berjalan baik dan profesional,” tambahnya.
Lebih lanjut, Jenal meminta Disnaker menghadirkan testimoni dari peserta Job Fair tahun sebelumnya yang berhasil diterima bekerja.





