bogorplus.id – TNI AU melalui Lanud Sultan Hasanuddin di Makassar telah mengirimkan Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Dody Sardjoto sebagai pusat tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk membantu dalam proses identifikasi korban dari pesawat ATR 42-500.
Langkah ini diambil untuk mendukung evakuasi dari pemeriksaan korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di area Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/2/2026).
Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto dalam penyataannya pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin, menjelaskan bahwa saat ini RSAU hanya disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan proses DVI.
Apabila suatu saat RSAU dikerahkan, ia menjamin pihaknya akan menerapkan standar identifikasi korban yang telah ditetapkan oleh DVI internasional.
“Kami juga akan bersinergi dengan Polri, Basarnas, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait agar seluruh tahapan identifikasi berjalan cepat, akurat,” kata Arifaini
Dengan adanya bantuan dari tim DVI RSAU ini, Arifaini berharap proses identidikasi korban akibat pesawat jatuh dapat dilakukan dengan semaksimal mungkin dan menghasilkan data yang akurat.
Pesawat tipe ATR 42-500 yang terbang dari Yogyakarta menuju Makassar kehilangan kontak di sekitar Kabupate Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).
Pesawat transportasi tersebut diperkirakan kehilangan kontak sekitar pukul 13.17 WITA.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) hadir untuk melakukan pengumpulan informasi terkait jatuhnya pesawat Indonesia Air Transport ATR 42-500 yang hilang kontak di Taman Nasional Bantumurung Bulusaraung Maros Pangkep, Sabtu (17/1/2026).