BOGORPLUS.ID - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yang berlokasi di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengambil langkah tegas untuk mewajibkan seluruh wisatawan mematuhi regulasi pendakian yang berlaku. Kebijakan ini ditegaskan guna menjaga keselamatan para pendaki sekaligus melestarikan keanekaragaman hayati di kawasan Lombok.
Penegasan aturan ini dilakukan pada hari Sabtu, 13 Juni 2026, menyusul karakter medan Gunung Rinjani yang dianggap sangat menantang. Selain itu, kawasan ini juga menyandang status sebagai area konservasi penting yang memerlukan perlindungan ekstra dari aktivitas manusia.
Salah satu poin utama dari regulasi baru ini adalah kewajiban bagi pendaki untuk bergerak dalam sebuah kelompok dengan jumlah minimal dua orang. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi risiko, mengingat potensi bahaya yang mungkin timbul di jalur pendakian.
Selain larangan mendaki sendirian, wisatawan juga diwajibkan untuk menggunakan jasa pemandu yang telah terverifikasi dan berpengalaman dalam medan Rinjani. Bagi pendaki yang usianya belum mencapai 17 tahun, mereka harus mengantongi izin tertulis dari orang tua sebelum diizinkan memulai pendakian.
Kepala Balai TNGR Nusa Tenggara Barat, Budy Kurniawan, menekankan pentingnya pemahaman regulasi sebelum memulai perjalanan. Hal ini disampaikan olehnya saat berada di Mataram.
"Sebelum kamu melangkah, kenali dulu aturan penting demi keselamatan diri sendiri dan kelestarian alam di kawasan Gunung Rinjani Lombok," ujar Kepala Balai TNGR Nusa Tenggara Barat Budy Kurniawan.
Budy Kurniawan juga menjelaskan bahwa kebijakan ketat ini diterapkan mengingat status Gunung Rinjani bukan sekadar destinasi wisata biasa, melainkan kawasan ekologis yang harus dijaga kelestariannya.
"Artinya jangan mendaki sendirian, karena rekan pendakian sangat penting untuk saling menjaga saat situasi darurat," kata Kepala Balai TNGR Nusa Tenggara Barat Budy Kurniawan lebih lanjut.
Pihak otoritas juga secara spesifik menyoroti pentingnya membawa perlengkapan pendakian yang memadai. Otoritas TNGR juga menekankan pengurangan drastis penggunaan material plastik sekali pakai di sepanjang jalur pendakian.






.png)