bogorplus.idBawang merah adalah jenis tanaman yang membutuhkan banyak nutrisi, baik selama fase pertumbuhannya yang vegetatif maupun saat proses pembentukan, pertumbuhan, dan pematangan umbi.

Pelaksanaan pemupukan harus dilakukan dengan memperhatikan jenis, waktu, metode, dan kombinasi yang tepat.

Pemupukan yang sesuai juga merupakan salah satu cara penting dalam meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit yang dapat menyerang bawang merah.

Tanaman bawang merah banyak menyerap unsur hara makro di dalam tanah seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Namun, unsur-unsur tersebut tidak selalu tersedia karena sistem budidaya yang dilakukan secara terus-menerus.

Dalam budidaya bawang merah, perlu dilakukan pemupukan sebanyak tiga kali, yaitu saat pengolahan lahan dan saat perawatan tanaman.

Pemupukan Pertama atau Pemupukan Dasar

Pemupukan awal diberikan bersamaan dengan pengolahan tanah atau sebelum menanam bibit bawang merah. Pupuk ditebarkan di atas bedengan dan dicampur merata dengan tanah.

Jenis pupuk yang digunakan adalah NPK Mutiara (16:16:16) sebanyak 500 kg, SP 36 sejumlah kg, dan KCl kg untuk dosis per hektar. Jika ingin menambahkan pupuk kompos atau pupuk kandang pada pemupukan pertama ini, dosis NPK Mutiara (16:16:16) dapat dikurangi menjadi 250 kg/ha.

Pemilihan pupuk ini disarankan karena unsur P dan K sulit larut, sehingga memerlukan waktu (minimal 14 hari) agar unsur tersebut dapat diserap oleh tanaman.