bogorplus.id – PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) membatalkan 82 perjalanan kereta penumpang akibat banjir di Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, terutama di area Pekalongan, Jawa Tengah, yang disebabkan oleh tanggul yang jebol dan pasang air laut.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, dalam konferensi pers di Jakarta pada hari Minggu, mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir menjadi faktor terjadinya banjir yang merendam jalur rel, diperparah oleh jebolnya tanggul dan kondisi padang laut.
“Memang cuaca ekstrem akhir-akhir ini dalam 2-3 hari ini menyebabkan pembatalan, keterlambatan di perjalanan kereta kita. Jadi yang terdampak itu ada 82 kereta penumpang, kemudian ada 16 kereta barang yang terdampak pembatalan, dan kemudian juga ada sekitar 76 kereta yang mengalami keterlambatan,” ujar Bobby.
Ia menyebutkan bahwa masalah awal muncul di kilometer 88+4/8, antara Stasiun Kaliwungu dan Stasiun Kalobodri. Pada 17 Januari, KAI sudah melakukan Langkah pemulihan dengan mengangkat rel dan menebarkan sekitar 105 meter kubik balas agar jalur bisa dilalui kembali.
Namun, di malam hari di tanggal yang sama, kondisi memburuk lagi karena meluapkan dua sungai yang berada di sekitar jalur rel di kilometer 88+900 hingga 89+100, di antara Stasiun Pekalongan dan Sragi.
“Itu menyebabkan jalur itu terendam banjir,” ungkap Bobby.
Dia menyatakan bahwa banjir kali ini disebabkan oleh jebolnya tanggul yang terjadi bersamaan dengan pasang air laut, sehingga aliran air dari hulu tidak cepat surut dan menggenangi jalur rel.
Ia menambahkan bahwa peristiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah Pekalongan.
Menurutnya, biasanya aliran air dari daerah atas yang curah hujannya tinggi dapat mengalir cepat ke laut, terutama karena aliran sungai telah dikelola dengan baik.