bogorplus.id- Pemkot Bogor akan mulai membongkar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang di kawasan Stasiun Bogor pada pertengahan Juni 2026.

Setelah pembongkaran selesai, kawasan tersebut akan mengandalkan zebra cross yang dilengkapi pelican crossing sebagai fasilitas penyeberangan utama bagi pejalan kaki.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Bogor mewujudkan sistem transportasi perkotaan yang lebih ramah manusia dengan menempatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki sebagai prioritas.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan penggunaan zebra cross dan pelican crossing tidak hanya bertujuan memberikan fasilitas penyeberangan yang aman, tetapi juga membangun budaya saling menghormati di jalan raya.

"Negara-negara maju, negara yang sudah mendahulukan kepentingan manusia, mereka memberikan prioritas kepada penyeberang jalan. Orang baru menginjakkan kaki di aspal, mobil sudah ngerem. Itu yang mau kami coba terapkan," kata Dedie di Kota Bogor, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pengendara untuk memberikan ruang kepada pejalan kaki sekaligus menciptakan sistem lalu lintas yang lebih tertib dan beradab.

"Saya ingin warga Bogor itu semuanya punya hati nurani. Kalau ada yang nyebrang, apa salahnya sih? Cuma satu menit nyebrang, apa salahnya? Kasih lah. Nanti di sini sudah pakai lampu, sudah pakai rambu. Kita belajar lah, belajar bagaimana kota ini kota yang manusiawi. Ada kepentingan orang nyebrang, kasih," ujarnya.

Sebelumnya, JPO Paledang resmi ditutup sejak 20 Agustus 2025 setelah hasil uji kelayakan konstruksi Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan jembatan tersebut tidak lagi layak digunakan.

Hasil kajian menunjukkan kondisi fisik JPO tidak memenuhi aspek keselamatan pengguna. Salah satu temuan utama adalah kemiringan anak tangga yang mencapai lebih dari 30 derajat, sehingga dinilai berisiko bagi ibu hamil, lanjut usia, dan penyandang disabilitas.