bogorplus.id- Gubernur Jawa Barat menanggapi aksi demontrasi yang dilakukan oleh Aliansi masyrakat Kecamatan Parungpanjang, Rumpin, Cigudeg dan Tenjo.
Mereka menolak kebijakan dari Gubernur Jawa Barat yang melakukan penutupan sementara akitivitas tambang disana.
Dedi Mulyadi menegaskan dirinya berdiri tegak diatas semua kepentingan. Ia ingin ekomoni harus jalan, rakyat harus terlindungi dan infastruktur harus baik.
“Yang demo siapa? yang demo pasti yang berkepentingan terhadap siklus ekonomi,”tegasnya, Senin (29/9).
KDM mencatat ada yang meninggal sudah hamp8r 115 orang, 150 orang luka-luka akibat konflik sosial di Parungpanjang.
“Infrastruktur rusak, Kenapa pada waktu ada yang meninggal, infrastruktur rusak tidak ada yang demo?,”katanya.
Terkait dengan rencana pembangunan jalur tambang, Pemrov Jabar akan menanyakan kepada pengusaha tambang.
Sebab, pembangunan jalur khusus truk tambang ini akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sekitar 1,2 triliun.
Realisasi jalur tambang itu akan melalui proses perhitungan dari pendapatan tambang terlebih dahulu.