bogorplus.id- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menegaskan pentingnya pengelolaan arsip digital dan peningkatan budaya literasi sebagai bagian dari kinerja utama pemerintah daerah.
Ajat menilai, arsip bukan sekadar dokumen administratif, melainkan jejak digital yang berperan penting sebagai penyelamat ketika terjadi persoalan.
“Kalau arsipnya baik, arsip bisa menjadi jejak digital yang menyelamatkan,” ujarnya, Kamis (6/11).
Ia juga menyoroti rendahnya indeks literasi di Kabupaten Bogor yang perlu menjadi perhatian serius seluruh perangkat daerah dan masyarakat.
Menurutnya, peningkatan budaya baca harus dilakukan dengan cara mendekatkan fasilitas literasi ke masyarakat.
“Dinas Arsip dan Perpustakaan dapat memperluas akses baca di ruang-ruang publik. Contohnya negara maju yang menyediakan perpustakaan di setiap taman, sehingga budaya membaca tumbuh dari lingkungan sehari-hari,” tandasnya.
Sebagai langkah konkret, Ajat meminta agar pada tahun 2026 setiap taman di Kabupaten Bogor memiliki perpustakaan mini.
“Kita sudah punya gerakan Selasa Membaca. Ke depan, saya minta dinas menempatkan fasilitas perpustakaan mini di taman-taman. Jadi masyarakat terbiasa membaca bukan hanya pesan WA atau media sosial, tapi juga buku-buku bermutu,”tuturnya.
Ajat menambahkan, budaya membaca tidak boleh lagi dianggap sebagai kegiatan elit atau terbatas pada kalangan tertentu.