BOGORPLUS.ID - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mengonfirmasi bahwa mereka tengah melakukan investigasi terkait pemecatan tujuh karyawan di Dapur MBG Mandiri Pohon Bao. Penyelidikan ini dilakukan untuk memastikan seluruh operasional pemenuhan gizi berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Pihak Satgas telah menjadwalkan agenda pemanggilan terhadap sejumlah pihak terkait pada hari Rabu mendatang, 17 Juni 2026. Pemanggilan ini akan mencakup Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mitra penyelenggara, hingga para pekerja yang telah diberhentikan dari tugasnya.
Wakil Sekretaris Satgas MBG Flores Timur, Yakobus, menyampaikan bahwa tujuan utama pemeriksaan ini adalah untuk mendudukkan persoalan pada porsi yang sebenarnya. Hal ini penting demi menjaga kelancaran operasional pemenuhan gizi bagi masyarakat setempat.
"Rabu investigasi ke dapur dan pihak yang kami pandang perlu untuk dimintai keterangan supaya kami dudukan persoalan itu pada porsinya," ujar Yakobus saat memberikan keterangan kepada media pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Yakobus menjelaskan bahwa tujuh orang yang diberhentikan tersebut memiliki status sebagai relawan yang diwajibkan menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP) di lingkungan SPPG. Mereka direkrut oleh yayasan penyelenggara sebelum akhirnya dikoordinasikan di bawah pengawasan Kepala SPPG.
Menurut Yakobus, kewenangan evaluasi kinerja sepenuhnya berada pada pihak pengelola dapur. Oleh karena itu, pemecatan tersebut kemungkinan besar merupakan hasil dari evaluasi yang dilakukan oleh pengelola terhadap kinerja relawan tersebut.
"Mitra atau yayasan merekrut tenaga dan menyerahkan kepada kepala SPPG untuk memanfaatkan tenaga itu. Sehingga mungkin dilakukan evaluasi penilaian sehingga mereka diberhentikan," tambah Yakobus.
Yakobus menegaskan bahwa pemutusan hubungan kerja tersebut bukanlah dipicu oleh satu insiden tunggal terkait pengolahan menu ikan teri, melainkan merupakan akumulasi dari catatan evaluasi kedisiplinan selama ini.
"Latar belakang itu adalah mereka tidak patuh dan taat. Pemicunya salah satu ikan teri tapi itu akumulasi dari tindakan-tindakan yang dilakukan sejauh ini," tandas Yakobus.






.png)