BOGORPLUS.ID - Produsen otomotif raksasa asal Jerman, Volkswagen (VW), tengah menyiapkan sebuah langkah restrukturisasi yang disebut-sebut sebagai yang terbesar dalam hampir 90 tahun sejarah perusahaan. Rencana ambisius ini mencakup pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 100.000 tenaga kerjanya.
Selain pemangkasan staf secara signifikan, VW juga berencana untuk menghentikan operasi produksi di empat pabrik mereka yang berlokasi di Jerman dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan. Informasi mengenai rencana dramatis ini pertama kali diungkapkan oleh media Jerman, Manager Magazin.
Dikutip dari Money melalui CNBC pada Sabtu (27/6/2026), rencana ini muncul sebagai respons terhadap tantangan persaingan global yang semakin intensif. Persaingan ini terutama datang dari produsen mobil asal China yang kian memperluas dominasi mereka di pasar otomotif dunia.
Jika rencana pengurangan staf ini benar-benar terealisasi, jumlah 100.000 pekerja yang terdampak setara dengan sekitar 15 persen dari total keseluruhan tenaga kerja Volkswagen saat ini. Sebagai perbandingan, Volkswagen tercatat mengelola sekitar 657.400 karyawan hingga akhir kuartal pertama tahun 2026.
Langkah efisiensi lainnya termasuk pemangkasan belanja investasi perusahaan sekitar 15 persen dari target semula. Total belanja investasi VW untuk lima tahun ke depan akan ditekan menjadi sedikit di atas 130 miliar euro, atau setara dengan kisaran Rp 2.651,74 triliun dengan asumsi kurs Rp 20.398 per euro.
Fasilitas produksi yang dikabarkan akan dihentikan produksinya meliputi pabrik-pabrik yang berlokasi di Hanover, Zwickau, Emden, serta fasilitas milik Audi di Neckarsulm. Rencana ini jauh melampaui estimasi awal efisiensi tenaga kerja yang sebelumnya hanya berkisar 50.000 pekerjaan hingga tahun 2030.
Rencana restrukturisasi berskala besar ini menimbulkan pertentangan karena dianggap bertolak belakang dengan kesepakatan yang telah dibuat VW dengan serikat pekerja pada akhir tahun 2024. Pada saat itu, perusahaan menjamin tidak akan ada PHK wajib hingga akhir tahun 2030 dan menghindari penutupan pabrik di Jerman.
Menanggapi isu internal yang bocor ini, juru bicara Volkswagen memilih untuk bersikap hati-hati dalam memberikan pernyataan resmi. "Kami tidak mengomentari dokumen internal yang bersifat rahasia," kata juru bicara Volkswagen kepada CNBC.
Meskipun demikian, juru bicara tersebut menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai struktur perusahaan akan melalui proses persetujuan dari organ tata kelola yang berwenang. "Seluruh Grup, termasuk merek dan anak perusahaannya, harus menjalani perubahan yang mendalam," ujar juru bicara tersebut.






.png)