bogorplus.id – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa Kota Bogor meraih penghargaan nasional Kota Menuju Kota Bersih pada Rabu (25/2/2026). Penghargaan ini jadi langkah awal dan modal penting Kota Bogor dalam bersaing kembali meraih penghargaan Adipura pada penilaian berikutnya.
Dedie Rachim mengatakan, dri 13 kota yang masuk dalam kategori tersebut, semuanya memiliki penilaian yang setara. Maka dari itu, capaian tersebut dinilai sebagai awal dalam menghadapi penilaian yang lebih ketat berikutnya.
“Artinya ini sebetulnya modal. Jadi ke depan kalau ada lagi penilaian Adipura, maka kita tentu harus bersaing. Nah inilah langkah awalnya sekarang,” kata Dedie, Kamis (26/2/2026).
Dedie Rachim menambahkan, predikat Kota Menuju Kota Bersih merupakan penilaian nasional mengenai pengelolaan kebersihan, termasuk pengelolaan sampah, yang diberikan ke beberapa daerah dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Dedie Rachim menyebutkan, predikat tersebut memiliki penilaian yang tidak jauh berbeda dengan Adipura karena sama-sama jadi bagian evaluasi pengelolaan lingkungan perkotaan. Namun, proses penilaiannya lebih sederhana, penghargaan Adipura belum diselenggarakan di 2026.
Menurut Dedie Rachim, capaian tersebut dapat menjadi awal bagi daerah untuk bersaing kembali pada penilaian Adipura berikutnya.
“Penilaian ini hampir setara dengan Piala Adipura yang sudah kita kenal sebelumnya. Hanya Kota Bogor bersama 12 kota lainnya dari total 98 kota di Indonesia. Tentu ini menjadi peluang dan modal awal,” katanya.
Dedie Rachim menambahkan, usaha untuk meraih Adipura tidak mudah karena Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor harus konsisten menjaga pengelolaan kebersihan kota setiap tahunnya.
Dedie Rachim menjelaskan, meski tahun ini penghargaan Adipura tidak diselenggarakan, pemerintah pusat berencana kembali menggelar pada tahun 2027, dan kemungkinan adanya kategori Adipura Kencana.