bogorplus.id -  Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, mencatat puncak arus mudik pada Selasa (17/3/2026) dengan 228 bus berangkat dan 3.501 pemudik menuju berbagai wilayah di Jawa dan Sumatera. 

“Kami mencatat puncak arus mudik terjadi pada Selasa, 17 Maret, dengan bus AKAP tiba 155 kendaraan membawa 493 penumpang, sedangkan keberangkatan mencapai 113 bus dan 1.519 penumpang. Sementara untuk bus AKDP, 115 bus berangkat membawa 1.982 penumpang,” jelas Kepala Terminal Baranangsiang, Moses Lieba, saat dihubungi pada Kamis (19/3/2026).

Data dari terminal menunjukkan peningkatan jumlah bus dan penumpang sejak Jumat (13/3/2026). 

Pada hari pertama, bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang tiba sebanyak 64 unit dengan 177 penumpang, sementara keberangkatan mencapai 82 bus dengan 766 penumpang. 

Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) juga mencatat 57 kedatangan dan 326 penumpang, serta 70 bus berangkat dengan 781 penumpang.

Tren peningkatan terus terjadi hingga 15 Maret, sebelum terjadi fluktuasi pada 16 Maret. Moses menyebutkan, “Kami memperkirakan jumlah penumpang akan stabil hingga puncak arus mudik pada Selasa, dan memang terbukti data menunjukkan lonjakan signifikan.”tambahnya.

Tujuan favorit pemudik dari Bogor beragam. Wilayah Jawa Tengah didominasi oleh Jogjakarta, Solo, dan Pekalongan. Sementara pemudik menuju Jawa Barat memilih Kuningan, Pelabuhan Ratu, dan Garut.

 Untuk Jawa Timur, rute populer mencakup Madura, Surabaya, dan Malang. Pemudik ke Sumatera banyak menuju Adang Sidempuan, Padang, dan Kota Nopan.

“Dengan mengetahui rute favorit, kami bisa menyiapkan armada dan fasilitas lebih baik agar arus mudik berjalan lancar dan aman,” tuturnya.