BOGORPLUS.ID - Produsen otomotif mewah asal Jerman, Porsche, saat ini tengah mendorong percepatan negosiasi terkait paket efisiensi tahap kedua dengan serikat pekerja mereka. Target penyelesaian yang ditetapkan adalah sebelum periode liburan musim panas pada bulan Juli 2026.
Langkah proaktif ini diambil oleh manajemen Porsche sebagai upaya krusial untuk memberikan kepastian menyeluruh bagi seluruh elemen internal perusahaan. Kepastian tersebut sangat dibutuhkan menyusul berjalannya proses restrukturisasi ketenagakerjaan yang signifikan di internal perusahaan.
Restrukturisasi ini telah mengakibatkan rencana pemangkasan sekitar 1.900 posisi pekerjaan selama beberapa tahun ke depan. Keputusan ini menyusul langkah sebelumnya yakni penghentian kontrak bagi 2.000 pekerja temporer yang sudah dilakukan pada tahun sebelumnya.
Selain penyesuaian tenaga kerja, Porsche juga melakukan penyesuaian signifikan pada kapasitas produksi mereka. Perusahaan tidak lagi mengejar target volume penjualan yang sangat tinggi seperti pencapaian 280.000 unit kendaraan yang tercatat pada tahun lalu.
CEO Porsche, Michael Leiters, menekankan urgensi penyelesaian kesepakatan ini secepat mungkin. Hal ini penting agar para tenaga kerja dapat segera memperoleh kejelasan definitif mengenai arah dan masa depan operasional perusahaan ke depan.
"Kami ingin mencapai kesepakatan dengan para karyawan sebelum liburan pabrik pada bulan Juli. Karyawan Porsche membutuhkan kejelasan," ujar Michael Leiters, CEO Porsche.
Motor Listrik Tangkas X7 New Buktikan Ketangguhan Jelajahi Rute Banten-Bali 1.200 Kilometer
Saat ini, fokus utama manajemen perusahaan telah bergeser secara strategis, yaitu memprioritaskan pemeliharaan tingkat profitabilitas. Pergeseran ini dilakukan meskipun diprediksi akan terjadi penurunan volume produksi mobil dibandingkan periode waktu sebelumnya.
"Porsche harus menghasilkan uang dengan jumlah mobil yang lebih sedikit," kata Michael Leiters, CEO Porsche.
Dalam upaya meningkatkan efisiensi operasional di tengah situasi ini, Porsche dilaporkan tengah mempererat kolaborasi dan sinergi dengan Audi, yang juga merupakan bagian dari Volkswagen Group. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan sumber daya bersama.






.png)