bogorplus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendorong penutupan perlintasan kereta api sebidang di Jalan MA Salmun, Kecamatan Bogor Tengah.

Hal ini bertujuan untuk menekan risiko kecelakaan yang selama ini mengintai pengguna jalan di kawasan tersebut.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa perlintasan sebidang tersebut termasuk dalam kewenangan pemerintah pusat dan sejak awal memang menjadi perhatian karena tingkat kerawanannya yang tinggi.

“Jadi memang sejak awal pemerintah pusat berkeinginan semua lintasan satu bidang itu tidak lagi beroperasi karena risikonya tinggi. Pada prinsipnya demi keamanan dan menurunkan risiko kecelakaan,” ujar Dedie saat dikonfirmasi wartawan, Senin (20/4/2026).

Perlintasan sebidang sendiri merupakan titik pertemuan langsung antara jalur kereta api dan jalan raya tanpa pemisah fisik, yang kerap menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas. 

Karena itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan telah lama mendorong penutupan sejumlah titik serupa, termasuk di kawasan MA Salmun.

Dedie menyatakan, Pemkot Bogor siap mendukung penuh kebijakan tersebut dan mendorong percepatan realisasinya. 

Ia juga telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian untuk memastikan langkah lanjutan berjalan sesuai rencana.

Sebagai solusi pengganti, pemerintah tengah mengkaji pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang dapat digunakan oleh pejalan kaki dan pengendara roda dua agar mobilitas warga tetap terjaga.