bogorplus.id– Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor tengah mengkaji rencana pengalihan subsidi pemerintah pada layanan Biskita Trans Pakuan.
Subsidi yang saat ini dialokasikan untuk Koridor 1 (K1) dan Koridor 2 (K2) rencananya akan dialihkan guna mengaktivasi Koridor 3 (K3) dan Koridor 4 (K4).
Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor, Dody Wahyudin, menjelaskan bahwa rencana strategis ini masih dalam tahap kajian mendalam.
Pihaknya juga akan membahas langkah tersebut lebih lanjut bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor.
Sebagai informasi, layanan Biskita Trans Pakuan selama ini beroperasi menggunakan skema Buy The Service (BTS).
Melalui sistem pembiayaan ini, pemerintah membayar operator atau pihak ketiga untuk menyediakan layanan transportasi publik sesuai standar pelayanan minimal.
Ribuan Warga Cigombong-Cijeruk Kepung Kantor BPN Desak Penghentian Permohonan SHGB PT BSS
Dengan demikian, biaya operasional tidak sepenuhnya bergantung pada pendapatan dari tarif penumpang.
Pemerintah Kota Bogor sendiri sebenarnya telah merencanakan enam koridor dalam jaringan layanan Biskita Trans Pakuan.
Namun, hingga tahun 2026, baru empat koridor yang telah beroperasi, yaitu:
* K1 (Terminal Bubulak–Cidangiang)
* K2 (Terminal Bubulak–Ciawi)
* K5 (Stasiun Bogor–Terminal Ciparigi)
* K6 (Stasiun Bogor–Parung Banteng)





