bogorplus.id – Islam meyakini adanya suatu kondisi yang tidak terlihat secara fisik (nonmedis) tetapi dapat dirasakan oleh penderita. Kondisi ini dikenal sebagai penyakit ain.

Disebut demikian karena penyakit ain berasal dari suatu tatapan yang menimbulkan kekaguman tanpa menyebut nama Allah SWT, atau bisa juga dari tatapan iri seseorang.

Raghib As-Sirjani dalam Ihya 345 Sunnah Nabawiyah, yang diterjemahkan oleh Andi Muhammad Syahrir, mengungkapkan bahwa ain itu nyata dan bisa menyebabkan penyakit pada seseorang. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, di mana Rasulullah SAW bersabda, “Ain (mata hasad) adalah benar (Adanya.” (HR Bukhari dan Muslim dalam Shahih-nya)

Dalam sebuah riwayat lainnya yang berasal dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda, ” Penyakit Ain itu benar-benar nyata, seandainya ada sesuatu yang mendahului takdir, maka ainlah yang dapat melakukannya.” (HR Muslim)

Definisi Penyakit Ain

Penyakit ain adalah kondisi yang timbul akibat pandangan mata orang yang iri atau dengki terhadap seseorang, atau dari rasa kagum orang lain setelah melihat kita atau anak-anak kita, sebagaimana diuraikan dalam buku Thibbun Nabawi: Tinjauan Syari’at dan Medis karya M. Saifudin Hakim dan Siti Aisyah Ismail.

Penyakit ain dianggap sebagai sesuatu yang nonmedis karena hingga kini ilmu kedokteran belum dapat menjelaskan kondisi ini. Walaupun begitu, Rasulullah SAW memastikan bahwa penyakit ini benar-benar ada.

الْعَيْنُ حَقٌّ.

Artinya: “(Pengaruh) ain itu nyata (benar).” (HR Muslim)