bogorplus.id- Stasiun Bogor mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang KRL sejak H+1 hingga H+3 Lebaran. 

Lonjakan ini mayoritas didominasi oleh penumpang jarak dekat yang memanfaatkan libur panjang untuk berwisata maupun bersilaturahmi, bukan pemudik jarak jauh.

Wakil Kepala Stasiun Bogor, Ishak Sobihan, menjelaskan lonjakan penumpang terutama terjadi pada perjalanan jarak dekat, yang menandakan tingginya minat masyarakat bepergian ke destinasi sekitar Kota Bogor dan wilayah penyangga.

Meski volume penumpang meningkat, arus balik relatif stabil karena pergerakan penumpang tidak terpusat pada satu waktu. 

Mayoritas pengguna datang untuk rekreasi, sehingga kepadatan stasiun lebih tersebar.

Untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan, Stasiun Bogor menerapkan rekayasa pengaturan arus penumpang. 

Salah satunya adalah penutupan gate situasional di akses timur yang mengarah ke alun-alun Bogor saat volume penumpang memuncak. 

Penumpang kemudian diarahkan menggunakan gate barat agar keluar-masuk stasiun tetap lancar dan terkontrol.

Langkah ini dianggap efektif mengurai kepadatan dan memastikan perjalanan penumpang tetap aman.