bogorplus.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor belum merampungkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 parsial ketiga. 

Hingga memasuki triwulan kedua, pembahasan masih bergulir di tingkat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sambil menunggu arah kebijakan kepala daerah dan evaluasi capaian pendapatan.

Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Achmad Wildan, menegaskan bahwa proses penyusunan masih dalam tahap rekapitulasi dan penyesuaian program.

“Kalau pergeseran anggaran itu kami menunggu kebijakan Bupati dan kebutuhan program tahun ini. Semua masih dalam rekapitulasi,” ujar Wildan, Senin (20/4/2026).

Pemkab Bogor sebelumnya menargetkan belanja daerah sebesar Rp11,6 triliun dan pendapatan Rp10,9 triliun pada 2026.

Namun, realisasi awal tahun menunjukkan tekanan pada sisi pendapatan, yang berdampak pada kehati-hatian dalam menyusun postur anggaran lanjutan.

Wildan menjelaskan, evaluasi triwulan pertama menjadi dasar penting dalam penyusunan APBD parsial ketiga. Pemkab Bogor memprioritaskan analisis pendapatan sebelum memutuskan belanja.

“Kami lihat evaluasi triwulan satu terkait capaian pendapatan. Kalau bicara belanja pasti lihat pendapatan terlebih dahulu,” jelasnya.

Ia mengakui, tren pendapatan daerah saat ini belum menggembirakan. Sejumlah sumber pendapatan, baik dari sektor pajak maupun retribusi, belum mencapai target yang diharapkan.