BOGORPLUS.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri saat ini tengah menggenjot penyelesaian tahap ketiga pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati (GDJ) yang berlokasi di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan. Fokus utama dari fase konstruksi ini adalah penyelesaian struktur atap stadion, yang merupakan bagian krusial dari fasilitas olahraga masa depan Kabupaten Kediri.
Proyek pembangunan ini diprioritaskan untuk memastikan GDJ dapat berfungsi sebagai arena pendamping bagi Stadion Brawijaya, terutama sebagai markas kandang bagi tim sepak bola lokal, Persik Kediri. Pengerjaan tahap ketiga ini dijadwalkan berlangsung selama 180 hari, dimulai sejak awal Juni hingga penghujung November 2026.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, memaparkan bahwa pekerjaan fisik pada fase ini memiliki bobot terbesar pada instalasi atap stadion. Selain atap, pengembangan kawasan tapak juga menjadi bagian penting, termasuk pembangunan infrastruktur jalan akses yang akan memudahkan mobilitas penonton saat acara berlangsung.
"Bobot pekerjaan terbesar tahap ini, 70 persen pada pekerjaan pemasangan atap. Pemasangan atap kami selesaikan di tahun 2026," ujar Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.
Proyek infrastruktur senilai Rp57 miliar ini dilaksanakan menggunakan skema pembangunan tahun jamak (multiyears), yang telah dimulai sejak tahun 2023 dan ditargetkan rampung secara keseluruhan pada tahun 2027. Pemerintah daerah berupaya memastikan stadion dapat dimanfaatkan sesegera mungkin meskipun konstruksi masih berlanjut.
Untuk menjamin kelayakan fungsi stadion sesuai standar nasional, pemerintah daerah berencana segera berkonsultasi dengan otoritas sepak bola tertinggi di Indonesia. Diskusi ini penting untuk menentukan standar minimal yang harus dipenuhi agar GDJ bisa digunakan pada tahun 2026.
"Kami akan konsultasi dengan PSSI. Kira-kira standar minimalnya apa dulu untuk 2026 karena 2027 pembangunan terus dilanjutkan,” ucap Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.
Menanggapi potensi kekhawatiran publik mengenai risiko proyek mangkrak, Bupati Hanindhito menekankan perbedaan kapasitas fiskal daerahnya dibandingkan dengan proyek olahraga di ibu kota. Ia menegaskan bahwa pembangunan stadion ini harus diatur secara hati-hati dalam APBD agar sektor prioritas lain tidak terganggu.
"Kita ada di kabupaten. Jadi, dana APBD Pemkab Kediri tak sebesar DKI Jakarta. Stadion GDJ harus dibangun dengan skema multiyears karena kita harus atur APBD untuk sektor-sektor prioritas lainnya. Tapi, saya tegaskan Stadion GDJ tidak akan mandek atau menjadi proyek mangkrak," jelas Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.






.png)