BOGORPLUS.ID - Sebuah insiden kebakaran besar terjadi di Kota Tangerang, Banten, yang melanda sebuah pabrik karet yang diduga merupakan fasilitas produksi sandal. Peristiwa kebakaran ini berlangsung sejak Minggu malam, 21 Juni 2026, hingga dini hari keesokan harinya, menimbulkan kerugian signifikan pada aset industri di kawasan tersebut.

Kejadian ini dikonfirmasi oleh petugas pemadam kebakaran setempat yang segera merespons setelah menerima laporan resmi dari masyarakat mengenai kobaran api yang membesar. Respons cepat sangat diperlukan mengingat lokasi pabrik berada di area yang cukup padat penduduk.

Dilansir dari Detikcom, visualisasi dampak kebakaran menunjukkan langit malam di sekitar lokasi berubah menjadi jingga terang akibat intensitas api yang sangat tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa material yang terbakar sangat mudah menyala dan menimbulkan panas besar.

Pihak Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang menerima informasi awal mengenai kebakaran tersebut pada pukul 23.35 WIB. Setelah menerima laporan, seluruh unit segera diaktifkan untuk menuju lokasi kejadian.

Petugas pemadam kebakaran Kota Tangerang menjelaskan bahwa armada bantuan dikerahkan segera setelah laporan masuk ke pusat komando operasional. "Tadi menerima laporan 23.35 WIB. (Personel) sudah meluncur dari mako, UPT dan pos," ujar petugas damkar Kota Tangerang.

Untuk mengatasi api yang membubung tinggi di lokasi pabrik karet di Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan secara total. Pengerahan armada ini menunjukkan skala besar dari insiden tersebut.

Petugas damkar Kota Tangerang merinci komposisi kekuatan pemadaman yang dikerahkan untuk menanggulangi bencana tersebut. "Dari mako enam mobil, UPT sepuluh mobil. Total 16 mobil," ujar petugas damkar Kota Tangerang.

Insiden ini berpusat di sebuah pabrik karet yang berlokasi di Tanah Tinggi. Petugas pemadam kebakaran mengidentifikasi objek yang terbakar dengan spesifik. "Kalau nggak salah produksi sandal," kata petugas damkar Kota Tangerang, mengonfirmasi jenis usaha yang terdampak.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Infonasional. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.