bogorplus.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berencana memperbanyak sekolah kejar paket di sejumlah wilayah kecamatan mulai tahun 2026.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh warga Kabupaten Bogor memiliki ijazah setara pendidikan formal, guna meningkatkan daya saing di dunia kerja.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, program kejar paket akan difokuskan bagi warga yang tidak sempat menempuh pendidikan formal, terutama mereka yang hanya lulus SD atau tidak melanjutkan ke jenjang SMP dan SMA.
“Kita ingin semua anak-anak di Kabupaten Bogor punya ijazah. Ini penting karena ketika mereka dewasa dan ingin bekerja, minimal syaratnya lulusan SMA,” ujarnya, Senin (10/11).
Menurutnya, masih banyak anak-anak di beberapa wilayah Kabupaten Bogor yang setelah lulus SD memilih membantu orang tua di ladang, bertani, atau bekerja di gunung.
Namun kondisi itu, kata Rudy bisa menjadi masalah di masa depan ketika mereka tak lagi punya pilihan pekerjaan.
“Hari ini mereka mungkin bisa bertani atau menambang. Tapi ketika usia 25 sampai 30 tahun dan tambang sudah tidak bisa digarap lagi, mereka harus punya daya saing. Kalau tidak punya ijazah, mau daftar kerja ke pabrik pun tidak bisa,” jelasnya.
Pemkab Bogor juga akan menggandeng sejumlah pondok pesantren (ponpes) di wilayahnya, khususnya ponpes salafi yang selama ini fokus pada pendidikan agama.
Program kejar paket akan disinergikan agar para santri tetap bisa memperoleh ijazah pendidikan umum tanpa mengubah kurikulum keagamaan mereka.