bogorplus.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab ) Bogor gencar memberdayakan desa dalam penanganan sampah dengan memaksimalkan Bantuan Keuangan (Bankeu) Desa.
Langkah ini diambil menyusul tingginya volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga yang sudah melebihi kapasitas.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji mengatakan, Pemkab Bogor memberikan perhatian serius terhadap persoalan sampah yang semakin kompleks, terutama karena kondisi TPA Galuga yang sudah mengalami kelebihan kapasitas.
“Pemerintah desa memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah, mulai dari pembentukan bank sampah, pengolahan sampah organik, hingga edukasi kepada masyarakat. Selain itu, pengawasan terhadap munculnya TPS liar juga perlu diperkuat oleh seluruh unsur kewilayahan, mulai dari kecamatan hingga RT dan RW,”katanya.
Pembentukan bank sampah, pengolahan sampah organik, hingga edukasi masyarakat menjadi kunci, sekaligus mencegah munculnya TPS liar.
Pemerintah desa diberi tenggat hingga akhir Maret untuk melakukan sosialisasi dan pembenahan pengelolaan sampah sebelum penegakan aturan terhadap pembuangan sampah liar dilakukan secara tegas.
Langkah nyata pun terlihat di Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, yang menjadi sorotan akibat tumpukan sampah liar. DLH menurunkan puluhan kendaraan pengangkut sampah dan bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum menggunakan alat berat.
“Saat ini kami menyiapkan 25 unit kendaraan pengangkut sampah, dan akan ditambah 25 unit lagi esok hari untuk percepatan pembersihan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Hadijana, menambahkan bahwa tahun ini Bankeu Desa naik dari Rp1 miliar menjadi Rp1,5 miliar.