bogorplus.id- Pemerintah Kabupaten Bogor kembali menggeber proyek strategis Jalan Bojonggede–Kemang (Bomang) yang sempat tertunda.

Proyek ini ditargetkan rampung tahun 2025, termasuk proses pembebasan lahan dan pembangunan jalur lambat sepanjang lebih dari dua kilometer.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan, Jalan Bomang menjadi prioritas pembangunan infrastruktur Pemkab Bogor untuk memperlancar konektivitas antar wilayah.

Selain itu juga untuk mengurai kemacetan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan barat Kabupaten Bogor.

“Kami anjutkan pembangunan Jalan Bomang. Ini adalah ide dan gagasan dari pemimpin Bogor yang terdahulu. Tugas kami adalah melanjutkan segala program yang baik bagi masyarakat,”ujarnya, Kamis (17/7).

Rudy menyebut, proyek ini akan dilanjutkan hingga tembus ke wilayah Cibinong dengan dukungan anggaran sebesar Rp33 miliar.

Meski proses perencanaan dan lelang cukup menyita waktu, pelaksanaan fisik ditargetkan dimulai September hingga Oktober 2025.

“Waktu DED-an tiga bulan, Juni, Juli, Agustus baru lelang. September–Oktober baru selesai fisik,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, menyebut pembebasan lahan masih terus berlangsung.