bogorplus.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar rapat koordinasi strategis untuk membahas integrasi pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, tata air, dan pengembangan potensi ekonomi lokal dalam satu kawasan terpadu.

Kawasan ini diproyeksikan menjadi model pembangunan masa depan di Kabupaten Bogor.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto di Pendopo Bupati Bogor, Jumat (5/6).

Agenda ini turut dihadiri oleh Danrem 061/SK, Dandim 0621/Kabupaten Bogor, pegiat lingkungan, serta jajaran kepala dinas di lingkungan Pemkab Bogor.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah pembangunan akses jalan utama sepanjang 8 kilometer yang menghubungkan kawasan Tegar Beriman dengan Jalan Bomang (Bojonggede–Kemang).

Jalur tersebut direncanakan menjadi jalan raya empat lajur guna meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mengurai titik-titik kemacetan.

Selain pembangunan jalan, Pemkab Bogor juga menyiapkan rencana pembangunan jembatan layang (flyover) di simpang strategis kawasan tersebut, yang ditargetkan mulai dibangun pada tahun 2027.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa pembangunan koridor sepanjang 8 kilometer ini tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, melainkan juga harus memberikan dampak ekonomi nyata dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

"Kita tidak ingin hanya membangun jalan. Koridor ini harus menjadi kawasan yang produktif dan menjadi etalase potensi Kabupaten Bogor, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat yang tumbuh di sekitarnya," ujar Rudy.