BOGORPLUS.ID - Puluhan keluarga di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terus menghadapi tantangan hidup setelah rumah mereka terdampak parah oleh bencana longsor yang terjadi pada akhir Januari 2026. Sebanyak 32 Kepala Keluarga (KK) hingga saat ini masih belum memiliki hunian tetap dan terpaksa melanjutkan hidup dengan menyewa rumah di sekitar lokasi bencana.

Aktivitas sehari-hari para penyintas bencana ini sangat bergantung pada tempat tinggal sewaan, sementara mereka menanti kejelasan mengenai rencana relokasi dan pembangunan rumah permanen dari pemerintah daerah. Kondisi ini telah berlangsung selama lima bulan sejak longsor menerjang permukiman mereka.

Sinta Lupiani, salah seorang warga yang kehilangan rumahnya akibat longsor, menceritakan bahwa ia bersama keluarganya kini menumpang di rumah kontrakan milik kerabat. Ia mengungkapkan kebingungannya karena belum menerima informasi resmi mengenai jadwal pasti pembangunan hunian tetap yang pernah dijanjikan.

"Belum ada kabar kemana-kemana, kalau bisa ya enggak terlalu jauh dari sini. Sekarang kan masih tinggal di kontrakan, sudah lima bulan. Kontrakannya punya saudara, jadi bayarnya juga seikhlasnya," kata Sinta saat diwawancarai pada Kamis (18/6/2026).

Beban ekonomi keluarga penyintas semakin terasa berat karena mata pencaharian mereka terganggu; suami Sinta, yang sebelumnya berprofesi sebagai petani bunga, kini terpaksa bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan harian. Tambahan dana stimulan yang diterima sangat membantu dalam meringankan tekanan finansial tersebut.

"Sangat terbantu pastinya, apalagi kan sekarang buat kebutuhan sehari-hari itu suami kerja serabutan. Sebelumnya tani bunga, sekarang belum bisa. Jadi ini buat bekal beberapa bulan ke depan," tutur Sinta.

Menanggapi situasi sulit yang dialami para penyintas, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengambil langkah mitigasi sementara dengan menyalurkan bantuan biaya sewa rumah. Bantuan ini ditujukan untuk 32 KK yang terdampak agar mereka memiliki tempat bernaung sambil menunggu pembangunan hunian tetap selesai.

Pemerintah daerah telah mengalokasikan total anggaran sebesar Rp172,8 juta untuk program bantuan sewa rumah darurat ini, yang mencakup kebutuhan sewa selama periode sembilan bulan ke depan. Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, memastikan bahwa bantuan ini merupakan respons cepat terhadap kebutuhan mendesak warga.

"Kita hari ini ke Desa Pasirlangu lagi untuk melihat kondisi terkini dan memberikan tambahan uang sewa rumah untuk warga terdampak, sekitar 32 KK. Jadi mereka masih harus mengontrak," ujar Bupati Jeje Ritchie Ismail.