bogorplus.id – Seorang ibu dengan akun Instagram @meifinnaa berbagi kisahnya ketika memberikan obat cacing kepada anaknya. Pada hari pertama, ia mencoba memberikan tablet secara langsung karena rasanya manis, mengira anaknya akan menyukainya. Namun, si kecil malah mengeluarkannya.

Pada hari kedua, ia berusaha menyimpan obat di dalam pisang, buah kesukaan anaknya. Sayang, usaha ini juga tidak berhasil.

“Percobaan terakhir nanti aku coba digerus dan seduh pake sedikit air. Kalau masih gagal apa beli yang cair aja ya?” tulisnya dalam keterangan video.

Ia juga menambahkan bahwa ia sempat mendengar bahwa khasiat obat cacing dari puskesmas mungkin berbeda dibandingkan dengan obat cacing cair yang bisa dibeli di apotek. Oleh karena itu, ia merasa khawatir bahwa berbeda jenis obat cacing akan memiliki manfaat yang berbeda juga.

Ibu-ibu, menurut Dr. Aisya Fikritama, Sp. A, sebagai Spesialis Anak, tidak ada perbedaan manfaat yang berarti antara berbagai bentuk obat cacing.

“Tak ada perbedaan besar dari segi manfaat, baik yang bentuknya sirup, cair, tablet kunyah, maupun serbuk yang diberikan dari puskesmas. Kandungan zat aktifnya sama. Misalnya albendazole atau mebendazole, semuanya efektif untuk membasmi cacing di saluran cerna anak,” jelas Dr. Aisya.

Ia menyampaikan bahwa perbedaan yang paling jelas pada obat cacing terletak pada kemudahan dalam pemberian.

Cair atau sirup

Cenderung lebih cocok untuk anak-anak balita, karena lebih mudah ditelan.