BOGORPLUS.ID - Keputusan strategis telah diambil oleh Omoway untuk memulai produksi massal skuter listrik canggih mereka, Omoway Omo X, di Indonesia. Langkah lokalisasi ini merupakan upaya untuk memastikan bahwa kendaraan ramah lingkungan tersebut telah memenuhi semua persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan pemerintah.

Fasilitas produksi yang menjadi lokasi perakitan kendaraan ini berlokasi strategis di Balaraja, Tangerang. Dengan rampungnya fasilitas tersebut, Omoway kini siap untuk mendistribusikan unit-unit Omo X kepada konsumen yang telah menantikan kehadirannya di pasar domestik.

Informasi ini disampaikan langsung oleh General Manager Omoway Indonesia, Yulong Chen, saat acara peluncuran Omo X di Tangerang pada tanggal 15 Juni 2026. Beliau mengonfirmasi kesiapan infrastruktur dan distribusi awal produk tersebut.

"Perakitannya di Balaraja, di Tangerang. Pabriknya sudah selesai dan produknya siap dikirim ke konsumen," ujar Yulong Chen, menggarisbawahi kesiapan operasional pabrik tersebut.

Pihak manajemen Omoway menekankan bahwa prioritas utama mereka saat ini adalah menjaga mutu lini produksi dibandingkan mengejar volume produksi yang tinggi dalam waktu singkat. Strategi ini dipilih untuk menjamin standar kualitas produk tetap terjaga di tingkat tertinggi.

Peningkatan kapasitas perakitan kendaraan listrik yang diklaim memiliki kualitas material setara mobil tersebut akan dilakukan secara bertahap setiap bulannya. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap proses yang terukur dan terkontrol dengan baik.

Yulong Chen menjelaskan rencana peningkatan kapasitas produksi tersebut dengan sangat rinci. "Bukan seberapa cepat kami memproduksi, yang terpenting kualitas. Makanya kita perakitannya akan naik pelan-pelan. Ada aturannya, ada rencananya," terang Chen.

Beliau melanjutkan dengan memberikan contoh skema peningkatan produksi bulanan yang terencana. "Misalnya, bulan ini kita rakit 10 unit, bulan depan 15, bulan depan 30, bulan depan 60, bulan depan 100. Jadi akan naik terus kapasitas produksinya," terang Chen.

Dampak positif dari lokalisasi ini adalah kandungan komponen lokal pada skuter matik tersebut telah melampaui ambang batas minimal yang diwajibkan oleh regulasi pemerintah. Selain itu, mayoritas suku cadang yang digunakan mengadopsi standar material yang biasa ditemukan pada kendaraan roda empat.