BOGORPLUS.ID - Situasi kepadatan lalu lintas yang melibatkan truk-truk besar di Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali, akhirnya berhasil diatasi. Antrean panjang kendaraan pengangkut barang yang sempat terjadi sejak hari Jumat (12/6/2026) dilaporkan telah terurai tuntas pada Minggu (14/6/2026) sore.
Kondisi normal telah kembali terjadi di jalur penyeberangan rutin dari Padangbai menuju Pelabuhan Lembar di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sementara truk mengalami penumpukan, pelayanan untuk penumpang pejalan kaki, sepeda motor, dan mobil pribadi dilaporkan tetap berjalan tanpa hambatan berarti.
Upaya penguraian antrean ini merupakan hasil dari koordinasi cepat antarpihak terkait yang fokus pada peningkatan kecepatan operasional di dermaga. Fokus utama adalah mempercepat proses bongkar muat kendaraan besar yang menjadi sumber utama kemacetan.
Aparat kepolisian dari Polsek Kawasan Pelabuhan Padangbai turun tangan langsung untuk melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di sekitar kompleks pelabuhan. Pengamanan ini bertujuan memastikan prioritas diberikan pada kelancaran aktivitas bongkar muat di dermaga penyeberangan.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Padangbai, Kompol I Wayan Gede Wirya, mengonfirmasi bahwa situasi telah kembali kondusif pada Senin (15/6/2026). "Benar sempat terjadi antrean panjang sejak Jumat (12/6/2026) hingga Minggu (14/6/2026) pagi. Tapi, sejak Minggu (14/6/2026) sore hingga sekarang sudah tidak ada lagi antrean sudah sepi," ungkap Kompol Wirya.
Penyebab utama lonjakan volume kendaraan kargo ini berasal dari adanya gangguan operasional pada kapal tol laut di rute penyeberangan lain. Salah satu kapal pada rute Ketapang-Gilimanuk menuju Gili Mas-Lembar mengalami kerusakan teknis dan harus menjalani perawatan rutin.
Kompol Wirya menjelaskan bagaimana dampak dari insiden tersebut terasa di Padangbai. "Terjadi antrean panjang di Ketapang, sehingga truk memilih untuk lewat Padangbai. Itulah yang menyebabkan antrean panjang sejak Jumat lalu di sini," jelasnya.
Selain pengalihan truk, kepadatan di area pelabuhan juga dipicu oleh tingginya aktivitas wisatawan yang menggunakan dermaga lokal. Banyaknya penjemputan wisatawan asing yang baru tiba dari Gili Trawangan menyebabkan sedikit tersendatnya lalu lintas di Dermaga Rakyat Padangbai.
Keberhasilan penguraian antrean ini ditandai dengan peningkatan signifikan dalam efisiensi waktu tunggu kapal. "Sekarang sudah aman, sudah sepi berkat bongkar muat dipercepat dari sebelumnya 2,5 jam menjadi 1,5 jam," ujar Kompol Wirya.






.png)