BOGORPLUS.ID - Tragedi kebakaran melanda sebuah rumah kayu milik seorang lanjut usia di Bojonegoro pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, sekitar pukul 19.11 WIB. Peristiwa nahas ini terjadi di Dusun Sratu, Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, dan menghanguskan seluruh bangunan milik Sukiran (70 tahun).
Penyebab utama kebakaran ini sangat tidak lazim, yakni karena pemilik rumah nekat menggunakan sandal karet yang dibakar sebagai sumber cahaya pengganti lilin. Kejadian ini terjadi saat wilayah tersebut sedang mengalami pemadaman listrik bergilir yang membuat suasana menjadi gelap gulita.
Kepolisian setempat segera memberikan konfirmasi mengenai sumber api yang menghanguskan rumah berukuran 9x10 meter tersebut. Menurut keterangan pihak berwenang, api diduga kuat berasal dari sandal karet yang sengaja dibakar oleh korban untuk penerangan sementara di dalam rumah.
"Saat peristiwa kebakaran terjadi, kondisi wilayah setempat memang sedang padam listrik. Diduga kuat titik api bersumber dari sandal karet yang dibakar oleh korban untuk dijadikan cahaya penerangan sementara di dalam rumahnya," ujar AKP Sholeh, Kapolsek Baureno.
Sebelum insiden tragis itu terjadi, diketahui bahwa korban sempat berniat pergi ke toko kelontong terdekat untuk mencari lilin. Namun, karena rumahnya gelap total, Pak Sukiran mengambil inisiatif menggunakan sandal karet bekas sebagai penerangan darurat.
Kejadian ini terungkap setelah korban sempat bercerita mengenai siasat penerangannya kepada tetangganya saat bertemu di toko kelontong. Basuki Rohmat, salah satu saksi mata, membenarkan percakapan tersebut sesaat sebelum kebakaran terjadi.
"Di toko itu, Pak Sukiran sempat bercerita kalau sebelum berangkat, dia membuat cahaya penerangan sementara di dalam rumah dari sandal karet yang dibakar. Selang beberapa menit setelah itu, kami mendengar kabar kalau rumahnya sudah kebakaran," kata Basuki Rohmat, Saksi mata.
Kobaran api pertama kali diketahui oleh tetangga sebelah rumah korban, Marjoko, yang mendengar suara aneh di sekitar pukul 19.11 WIB. Setelah diperiksa, api sudah membesar di dalam rumah Pak Sukiran.
"Saya mendengar suara krotok-krotok seperti kayu terbakar. Begitu saya keluar rumah, api sudah membesar di dalam rumah Pak Sukiran. Saya sempat mencoba mendobrak pintu rumahnya, tapi tidak bisa karena terkunci. Akhirnya saya berteriak minta tolong ke warga," tutur Marjoko, Tetangga korban.






.png)