bogorplus.id - Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan mengungkapkan fenomena mudik lokal terjadi selama masa libur nasional dan Idul Fitri 1447 Hijriah ditandai dengan tingginya mobilitas masyarakat antarwilayah di dalam provinsi.

“Hasil pantauan kami, ini lagi masanya mudik lokal. Masyarakat bersilaturahmi antar kabupaten sekaligus berwisata,” kata Rudi saat meninjau Pos Gadog, Kabupaten Bogor, Senin (23/3).

Ia menyebut destinasi wisata di Jawa Barat, mulai dari kawasan Puncak, pantai di Sukabumi, Pangandaran, hingga Garut, serta daerah pegunungan seperti Lembang dan Ciwidey, menjadi tujuan favorit masyarakat.

Berdasarkan data yang dihimpun pihak kepolisian sekitar 83 ribu kendaraan keluar masuk kawasan tersebut dalam satu hari, dengan peningkatan signifikan sejak pagi hari.

“Tadi dilaporkan mulai jam 6 pagi sudah terjadi peningkatan dibandingkan hari biasa. Total kemarin sekitar 83 ribu kendaraan,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi kepadatan, polisi melakukan berbagai rekayasa lalu lintas, termasuk membuka jalur fungsional seperti Japek II Selatan dan Bocimi Seksi 3.

Selain itu, pemerintah juga memberikan kompensasi kepada pengemudi angkutan umum di titik rawan kemacetan agar sementara tidak beroperasi.

“Ini untuk mengurangi kepadatan di titik-titik trouble spot,” jelasnya.

Kapolda memprediksi puncak arus balik akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 24–25 dan 27–28. Ia memastikan seluruh jajaran telah disiagakan untuk menjaga kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat.