bogorplus.id- Mengantisipasi potensi bencana selama arus mudik Lebaran 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mendirikan Pos Komando Kolaborasi Siaga Bencana di kawasan Balai Kota Bogor.
Posko tersebut mulai beroperasi sejak 14 Maret 2026 dan menjadi bagian dari upaya mempercepat respons penanganan bencana selama periode libur Lebaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengatakan pembentukan pos komando ini merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan di tingkat nasional dan provinsi agar setiap daerah meningkatkan kesiapsiagaan bencana selama masa libur panjang.
“Selain amanat dari para pimpinan, pos komando kolaborasi ini juga diharapkan dapat mempercepat respons penanganan dan tata kelola bencana apabila pada periode mudik ini terjadi kejadian atau potensi risiko bencana. Tapi yang kita doakan mudah-mudahan aman-aman saja di Kota Bogor ini,” ujar Dimas saat ditemui di Balai Kota Bogor, Minggu (15/3/2026).
Saat ini BPBD Kota Bogor mengoperasikan dua pos komando siaga. Pos komando utama berada di Markas BPBD Kota Bogor di Jalan Kayu Manis, sementara pos komando kolaborasi ditempatkan di kawasan Balai Kota Bogor sebagai pusat koordinasi tambahan yang lebih dekat dengan pusat pemerintahan.
Menurut Dimas, pembagian posko ini bertujuan memperluas jangkauan pelayanan penanganan bencana di enam kecamatan yang ada di Kota Bogor.
Posko di Kayu Manis difokuskan untuk mempercepat respons di wilayah utara, barat, Tanah Sareal, dan sebagian wilayah tengah. Sementara posko di Balai Kota melayani wilayah tengah, timur, dan selatan.
“Ini juga untuk mendekatkan pelayanan, khususnya ke wilayah selatan, timur, dan tengah. Jadi sudah dibagi agar respons bisa lebih cepat,” jelasnya.
BPBD juga telah memetakan wilayah rawan bencana di Kota Bogor. Berdasarkan data infografis tahun 2026, Kecamatan Bogor Selatan dan Bogor Barat tercatat sebagai wilayah yang paling sering terdampak bencana, terutama tanah longsor dan cuaca ekstrem.