BOGORPLUS.ID - Perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan 2026 di Kabupaten Karangasem menjadi momen yang sangat istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-386 Kota Amlapura. Kemeriahan perayaan ini turut diwarnai dengan gelaran Karangasem Festival yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah.

Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, bersama dengan Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa, secara aktif memanfaatkan momentum ganda ini untuk menyampaikan pesan penting kepada seluruh warga. Mereka mendorong masyarakat untuk menanamkan sikap optimis dalam menghadapi berbagai agenda pembangunan ke depan.

Pesan utama yang diusung oleh kepemimpinan daerah ini adalah slogan penyemangat, yaitu 'Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa!'. Slogan ini dimaksudkan sebagai cerminan nyata dari sikap kolektif dalam menghadapi tantangan yang dihadapi dalam proses pembangunan di wilayah Karangasem.

Bupati Parwata menyampaikan pentingnya menanamkan semangat tersebut dalam diri setiap warga demi kemajuan daerah. "Untuk ke depannya, tantangan kita memang tidak ringan. Slogan 'Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa!' harus kita tancapkan bersama di dalam sanubari," ujar Gus Par pada hari Senin, 15 Juni 2026.

Lebih lanjut, ia mengajak warga untuk menjadikan momen spiritual dan perayaan hari jadi kota sebagai energi positif untuk bergerak bersama. "Mari jadikan Hari Suci Galungan, Kuningan, dan momentum HUT ke-386 Kota Amlapura sebagai semangat untuk bahu-membahu, bergotong royong, dan melangkah maju bersama," tambah Gus Par.

Kondisi perekonomian global saat ini menuntut Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk menunjukkan tingkat soliditas dan adaptabilitas yang tinggi. Oleh karena itu, persatuan antar seluruh lapisan masyarakat dinilai sebagai modal sosial utama untuk menguatkan roda pembangunan daerah.

Karangasem Festival yang digelar menjadi simbol penting yang merepresentasikan kebangkitan sektor ekonomi kreatif di samping fungsi utamanya sebagai ruang pemersatu komunitas. Festival ini diharapkan menjadi wadah agar seluruh potensi unggulan daerah dapat berkembang secara optimal meskipun di tengah berbagai hambatan yang ada.

Bupati Parwata juga menyoroti pentingnya persatuan dalam menghadapi tekanan ekonomi eksternal yang signifikan. "Di tengah tekanan ekonomi dunia yang hebat, mari bersatu dan hilangkan ego demi membangun Karangasem," kata Gus Par.

Ia mengaitkan kemenangan spiritual dalam perayaan hari suci dengan modal pembangunan sosial yang dibutuhkan daerah. "Hari Suci Galungan dan Kuningan adalah momentum sakral bagi kita untuk memenangkan dharma dalam diri. Kemenangan spiritual inilah yang menjadi modal sosial untuk mewujudkan Karangasem yang AGUNG, yakni Aman, Gigih, Unggul, Nyaman, dan Gemah Ripah Loh Jinawi," tegasnya.