BOGORPLUS.ID - Sebuah insiden tak terduga menimpa perayaan pernikahan di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, di mana sang pengantin pria justru menjadi korban kekerasan saat berusaha menghentikan keributan. Peristiwa memilukan ini terjadi di tengah kemeriahan pertunjukan musik dangdut yang seharusnya menjadi hiburan dalam hari bahagianya.
Insiden bermula pada Kamis malam, 11 Juni 2026, sekitar pukul 22.00 WIB, di Dusun Tapen, Desa Kuncir, Kecamatan Wonosalam. Momen pengeroyokan tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian viral menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Video viral tersebut memperlihatkan suasana yang sangat kacau, di mana terjadi aksi saling pukul di antara para penonton hiburan musik dangdut. Dalam kekacauan itu, terdengar pula upaya memanggil melalui pengeras suara untuk menghentikan keributan yang terjadi.
Pihak kepolisian setempat telah membenarkan kejadian tersebut dan mengidentifikasi sumber utama keributan yang terjadi di lokasi hajatan tersebut. Keributan tersebut dipicu oleh adanya gesekan antarwarga setempat dengan rombongan tamu yang berasal dari daerah asal pengantin pria.
Kapolsek Wonosalam, AKP Rusmanto, mengonfirmasi detail waktu dan lokasi kejadian. "Benar semalam sekitar jam 22.00 WIB, kejadiannya di depan rumah pemilik hajatan, perangkat desa bernama Pak Subur di Dusun Tapen, Desa Kuncir, Wonosalam," kata AKP Rusmanto.
Aparat keamanan dan penyelenggara telah berupaya melakukan langkah antisipasi untuk mencegah bentrokan antara kelompok tamu pendatang dan masyarakat lokal di area hiburan. Meskipun demikian, situasi di lapangan dilaporkan semakin memanas seiring berjalannya waktu hingga akhirnya pecah bentrokan fisik.
Ironisnya, sang pengantin pria ikut turun tangan untuk memediasi situasi yang memanas tersebut. Upaya damai ini sayangnya tidak berhasil, bahkan membuatnya menjadi sasaran amuk massa.
AKP Rusmanto menjelaskan bagaimana pengantin pria tersebut akhirnya menjadi korban. "Akhirnya pada mencoba memisahkan, termasuk mempelai prianya. Tapi karena yang dari Kuncir tidak tahu, kan mempelai pria itu juga baru di situ, akhirnya jadi sasaran pemukulan sampai mempelai pria memar di bagian kepala," ujar AKP Rusmanto. Akibat pengeroyokan tersebut, mempelai pria dilaporkan mengalami memar pada bagian kepala.
Dilansir dari Detikcom, keributan yang melibatkan massa tersebut menunjukkan betapa cepatnya suasana dari pesta gembira berubah menjadi insiden kekerasan. Pihak kepolisian kini tengah mendalami lebih lanjut mengenai kronologi pasti pemicu utama senggolan yang berujung pada perkelahian tersebut.






.png)