bogorplus.id – Ritual seksual yang dilakukan oleh peziarah di Gunung Kemukus, yang berada di Desa/Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Jawa Tengah, pernah menarik perhatian dunia internasional. Hal ini dipicu oleh laporan media Australia, SBS, mengenai aktivitas seksual di lokasi tersebut.
Media tersebut menyatakan bahwa untuk mendapatkan berkah dari Pangeran Samudro yang dimakamkan di sana, peziarah harus melakukan ritual seks dengan bukan pasangannya. Namun, juru kunci tempat itu membantah adanya ketentuan semacam itu untuk melakukan ziarah ke makam Pangeran Samudro dan ibu tirinya, Ontrowulan, yang dianggap suci oleh penduduk setempat.
Juru kunci itu menegaskan bahwa peziarah telah salah paham atas informasi yang disampaikan oleh pemilik warung dan penginapan di sekitar Gunung Kemukus. Tindakan ini dilakukan untuk meningkatkan pendapatan dari peziarah yang datang dengan tujuan mendapatkan berkah.
“Peziarah cukup datang dan langsung menuju ke makam. Setelah menyampaikan maksud dan tujuan berziarah, lalu dipersilakan masuk ke dalam ruangan tempat Pangeran Samudro dan ibu tirinya, Ontrowulan. Setelah itu pulang ke rumah,” jelas Tojiman, juru kunci makam Pangeran Samudro.
Sumber dari Liputan6. com melaporkan bahwa seorang wanita yang identitasnya tidak disebutkan mengungkapkan telah menjalani ritual seksual di Gunung Kemukus selama bertahun-tahun. Ia melaksanakan berbagai jenis ritual, salah satunya mandi bunga di Sendang Ontrowulan setelah berdoa.
Setelah mandi bunga selesai, ia melanjutkan dengan ritual seksual. Wanita tersebut mengaku melakukannya agar doa-doanya disampaikan melalui perantara makhluk gaib di makam Pangeran Samudro.
“Ya sempet begituan. Tapi kan saya pakai jasa [berhubungan badan] orang sana. Katanya enggak boleh pakai jasa dari suami sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, ritual yang tidak biasa itu dilakukannya sebanyak tujuh kali berturut-turut pada Kamis Pahing, Jumat Pon, Jumat Kliwon, dan saat Malam 1 Suro. Ritual seksual tujuh kali harus dilakukan dengan pria yang sama yang pertama kali berhubungan dengannya.
Hal ini menunjukkan bahwa baik pria maupun wanita diizinkan melakukan ritual seksual di Gunung Kemukus dengan alasan pesugihan.