bogorplus.id - Dalam beberapa hari terakhir, intensitas hujan meningkat di berbagai wilayah. Fenomena alam ini sering kali membawa aroma khas yang menyeruak saat tetesan air menyentuh tanah kering. Aroma segar yang menenangkan ini dikenal secara ilmiah dengan istilah petrikor atau petrichor.
Penting untuk dipahami bahwa petrikor merujuk pada aroma spesifik yang dihasilkan, bukan sebutan bagi orang yang menyukai bau hujan. Secara etimologi, istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu petra atau petros yang berarti batu, dan ichor yang berarti cairan yang mengalir di pembuluh darah para dewa dalam mitologi Yunani.
Fenomena petrikor pertama kali dijelaskan secara ilmiah melalui makalah yang diterbitkan dalam jurnal Nature pada Maret 1964. Penelitian tersebut dilakukan oleh dua ilmuwan asal Australia, Isabel Bear dan Dick Thomas.
Menurut hasil penelitian tersebut, aroma petrikor berasal dari minyak yang dikeluarkan oleh tanaman tertentu selama musim kemarau. Minyak ini kemudian diserap oleh tanah dan batuan di sekitarnya. Saat hujan turun, minyak tersebut dilepaskan ke udara bersama senyawa bernama geosmin, sebuah produk sampingan metabolik dari actinobacteria tertentu yang hidup di tanah basah. Kombinasi inilah yang menghasilkan aroma unik yang kita hirup.
Lantas, mengapa aroma petrikor sering kali membuat seseorang merasa lebih tenang dan bahagia?
Sejumlah ilmuwan berpendapat bahwa manusia memiliki keterikatan emosional dengan aroma hujan karena faktor evolusi. Nenek moyang manusia di masa lampau sangat mengandalkan cuaca hujan untuk bertahan hidup, sehingga kehadiran hujan menjadi sinyal positif bagi keberlangsungan hidup.
Selain faktor sejarah, rasa bahagia tersebut juga dipicu oleh reaksi kimia dalam otak. Aroma petrikor bekerja serupa dengan aroma roti panggang atau pelukan dari orang terkasih yang mampu membangkitkan memori indah. Secara tidak langsung, stimulasi ini merangsang otak untuk melepaskan hormon yang berkaitan dengan kenyamanan dan kebahagiaan, sehingga menciptakan efek relaksasi bagi siapa pun yang menghirupnya.
