bogorplus.id – Mengonsumsi makanan padat nutrisi merupakan salah satu kriteria utama dalam menerapkan pola hidup sehat. Namun, hingga kini masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan antara istilah nutrisi dan gizi. Padahal, keduanya memiliki konteks penggunaan yang berbeda meski saling berkaitan erat dalam menunjang fungsi tubuh.

Secara teknis, istilah nutrisi sering digunakan dalam ilmu kedokteran, peternakan, dan pertanian untuk Merujuk pada nutrisi pakan ternak atau unsur hara tumbuhan. Namun, Merujuk pada definisi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), nutrisi bagi manusia adalah kandungan zat gizi yang diperoleh dari sumber makanan dan minuman yang diperlukan untuk kesehatan serta pembangunan sel tubuh.

Pemenuhan asupan nutrisi yang tepat berdampak signifikan pada berbagai aspek kesehatan, mulai dari meningkatkan kualitas hidup bayi, anak, dan ibu, hingga memperkuat sistem kekebalan tubuh. Selain itu, nutrisi yang seimbang berperan penting dalam menekan risiko penyakit tidak menular, seperti diabetes melitus dan penyakit kardiovaskular.

Jenis-Jenis Nutrisi bagi Tubuh

Secara garis besar, nutrisi terintegrasi ke dalam dua kategori utama, yaitu makronutrien dan mikronutrien.

1. Makronutrien
Makronutrien adalah zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar sebagai sumber energi utama. Kelompok ini meliputi:

  • Karbohidrat: Terdiri dari gula, pati, dan serat. Karbohidrat kompleks, seperti serat, membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga memberikan efek kenyang lebih lama.
  • Protein: Terbentuk dari asam amino yang berfungsi mengoptimalkan fungsi organ dan perbaikan jaringan tubuh.
  • Lemak: Meski sering dianggap negatif, lemak esensial diperlukan untuk pelumasan sendi, produksi hormon, dan penyerapan vitamin. Namun, konsumsi lemak jahat harus dibatasi untuk menghindari risiko kolesterol dan obesitas.

2. Mikronutrien
Meski hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil, mikronutrien memiliki peran penting dalam memproduksi enzim dan hormon untuk pertumbuhan normal.

  • Mineral: Zat seperti zat besi, kalsium, dan kalium sangat penting untuk menjaga keseimbangan fungsi organ. Kekurangan atau kelebihan mineral tertentu, seperti kalium, dapat berdampak pada tekanan darah hingga kesehatan ginjal.
  • Vitamin: Berperan sebagai antioksidan, seperti vitamin C, yang melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.