bogorplus.id - Hormon pertumbuhan atau growth hormone memegang peranan krusial dalam siklus hidup manusia, terutama dalam memastikan proses pertumbuhan dan perkembangan anak berjalan normal sesuai usianya. Namun, fungsi hormon ini ternyata jauh lebih luas daripada sekadar menambah tinggi badan.

Secara alami, hormon pertumbuhan diproduksi oleh kelenjar pituitari atau hipofisis yang terletak di otak. Kadar hormon ini akan meningkat pesat pada masa kanak-kanak, mencapai puncaknya saat pubertas, stabil di usia dewasa, dan perlahan menurun ketika memasuki usia paruh baya.

Beragam Fungsi Hormon Pertumbuhan
Selain mendukung tumbuh kembang fisik, hormon pertumbuhan memiliki berbagai fungsi vital lainnya bagi kesehatan tubuh, di antaranya:
1. Mengatur metabolisme karbohidrat dan lemak.
2. Memelihara fungsi jantung dan kesehatan otak.
3. Menjaga kekuatan otot serta kepadatan tulang.
4. Menjaga keseimbangan cairan tubuh.
5. Memastikan kelenturan pembuluh darah demi kelancaran aliran darah.
6. Memperkuat sistem daya tahan tubuh.

Dalam dunia medis, terdapat pula hormon pertumbuhan sintetis yang biasanya diresepkan dokter untuk kondisi tertentu. Pada anak-anak, hormon sintetis digunakan untuk menangani masalah tinggi badan akibat defisiensi hormon, kelainan genetik seperti sindrom Turner dan sindrom Prader-Willi, penyakit ginjal kronis, hingga kondisi bayi lahir prematur.

Sementara pada orang dewasa, hormon ini digunakan untuk mengobati kekurangan hormon akibat tumor hipofisis, sindrom usus pendek (short bowel syndrome), serta kondisi pengecilan otot yang disebabkan oleh penyakit kronis seperti HIV/AIDS.

Dampak Ketidakseimbangan Hormon
Kadar hormon pertumbuhan yang tidak normal, baik berlebih maupun kurang, dapat memicu gangguan serius pada bentuk dan fungsi tubuh.

Kelebihan hormon pertumbuhan pada anak-anak dapat menyebabkan gigantisme, sebuah kondisi di mana ukuran tulang dan tubuh tumbuh secara masif melampaui rata-rata usianya. Pada orang dewasa, kondisi ini memicu akromegali yang ditandai dengan pembesaran ukuran tangan, kaki, dan wajah yang tidak wajar. Sebagian besar kasus kelebihan hormon ini disebabkan oleh tumor pada kelenjar pituitari atau organ lain seperti pankreas dan paru-paru.

Sebaliknya, kekurangan hormon pertumbuhan lebih sering ditemukan pada anak-anak. Gejalanya meliputi proses pertumbuhan yang terhambat, tertundanya masa pubertas, hingga perkembangan organ seksual yang tidak optimal. Kondisi ini bisa dipicu oleh kelainan bawaan lahir, kanker otak, cedera kepala berat, hingga efek samping radioterapi.

Cara Alami Menjaga Kadar Hormon Pertumbuhan
Untuk mendukung fungsi organ dan metabolisme tetap optimal, masyarakat diimbau untuk menjaga keseimbangan hormon pertumbuhan melalui gaya hidup sehat, antara lain: