bogorplus.id – Acep Saepudin (38), warga Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, telah menjalani masa sulit selama hampir lima tahun terakhir akibat statusnya sebagai pencari kerja.

Meskipun telah mengikuti sedikitnya lima kali bursa kerja (job fair) di Kota Bogor, hasil yang diharapkan belum juga tercapai.

Acep mulai menganggur sejak berhenti bekerja sebagai petugas quality control di sebuah pabrik di daerah Kedunghalang pada tahun 2021.

Sejak saat itu, ia tak henti berupaya mencari pekerjaan, baik melalui lamaran daring maupun menghadiri berbagai acara bursa kerja.

"Kalau tidak salah sudah lima kali ikut job fair di Bogor. Di BTM pernah, di Jambu Dua sini pernah juga. Tapi belum ada yang keterima, cuma mentok di interview saja," ujar Acep saat ditemui di sela-sela kegiatannya mengikuti Job Fair Kota Bogor 2026 di Plaza Jambu Dua, Senin (8/6/2026).

Dari puluhan hingga ratusan lamaran daring yang dikirim, Acep baru sekali mendapatkan panggilan wawancara setelah mengikuti job fair di Bogor Trade Mall (BTM).

Namun, proses tersebut tidak berlanjut hingga tahap penerimaan.

"Sudah kirim online ke banyak perusahaan, mungkin ada puluhan atau sampai ratusan. Tapi belum ada yang keterima sampai sekarang. Pernah waktu itu juga ikut job fair dan dipanggil interview, tapi pas interview gagal," ungkapnya.

Selama masa menganggur, Acep masih ditopang oleh keluarganya. Ia tinggal bersama ibunya dan sesekali mendapat bantuan nafkah dari adik perempuannya yang sudah bekerja.