bogorplus.id— Suasana sejuk khas pegunungan berpadu dengan aroma hidangan khas Idul Adha menyelimuti kawasan Bogor sepanjang akhir pekan panjang akhir Mei 2026.

Sebagai salah satu destinasi wisata penyangga ibu kota yang paling diminati, Bogor kembali menjadi magnet bagi ratusan ribu pelancong yang ingin menghabiskan waktu libur nasional Idul Adha 1447 Hijriah.

Sejak Jumat sore hingga puncaknya pada hari Senin, jalan-jalan protokol menuju kawasan Puncak, Sentul, dan pusat Kota Bogor dipadati oleh kendaraan berplat B dan luar daerah lainnya.

Fenomena tahunan ini tidak hanya menunjukkan tingginya minat rekreasi masyarakat, tetapi juga menjadi ujian berat bagi kesiapan infrastruktur, manajemen lalu lintas, dan daya dukung lingkungan di wilayah berjuluk Kota Hujan tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Kabupaten Bogor, jumlah kunjungan wisatawan selama periode libur panjang Idul Adha 2026 mengalami kenaikan signifikan sebesar 25 persen dibandingkan dengan periode libur keagamaan pada tahun sebelumnya.

Okupansi hotel di kawasan Puncak dan Sentul dilaporkan menyentuh angka 92 persen, dengan beberapa resort bintang empat dan lima telah habis dipesan sejak dua pekan sebelum hari raya.

Lonjakan ini dipicu oleh posisi hari libur Idul Adha yang jatuh pada hari Senin, menciptakan long weekend yang ideal bagi keluarga untuk melakukan perjalanan singkat tanpa harus mengambil hak cuti tahunan.

Mengantisipasi gelombang kendaraan yang masif, Kepolisian Resor (Polres) Bogor bersama Dinas Perhubungan (Dishub) menerapkan skema rekayasa lalu lintas yang jauh lebih ketat dan terintegrasi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sistem ganjil-genap mulai diberlakukan secara konsisten di jalur arteri Puncak sejak H-1 Idul Adha.