bogorplus.id– Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam koalisi Suara Aksi Mahasiswa Bogor menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor pada Senin (13/7/2026).

Demonstrasi ini menyoroti dugaan penyimpangan dalam tata kelola pengadaan barang dan jasa di lingkungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor yang bernilai miliaran rupiah.

Dalam aksinya, massa menilai sejumlah proyek strategis tidak dijalankan sesuai dengan prinsip transparansi, persaingan usaha yang sehat, akuntabilitas, serta efisiensi.

Mereka menduga adanya penyalahgunaan mekanisme mini kompetisi yang sengaja dirancang untuk mempersempit persaingan dan mengondisikan pemenang proyek tertentu.

Ada empat proyek besar yang menjadi sorotan utama para mahasiswa, yaitu pembangunan Lapangan Tembak senilai Rp11,99 miliar, perbaikan atap Stadion Pakansari senilai Rp8,12 miliar, rehabilitasi Stadion Mini Persikabo, serta pembangunan ruang eksekutif Stadion Pakansari.

Koordinator Lapangan Suara Aksi Mahasiswa Bogor, Mutu, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan indikasi kuat bahwa proyek-proyek tersebut sudah mulai berjalan sebelum seluruh tahapan pengadaan resmi selesai dilakukan.

"Ada pihak yang diduga mengambil keuntungan 30 hingga 40 persen dari nilai anggaran setiap paket pekerjaan. Uang rakyat tidak boleh dikelola melalui proses yang tertutup. Jika benar ada pengondisian pemenang, maka itu jelas mencederai prinsip keadilan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah," ujar Mutu kepada Bogorplus.id, Senin (13/7/2026).

Menyikapi temuan tersebut, para mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan tegas kepada Pemkab Bogor.

Mereka juga mendesak pemerintah daerah untuk membatalkan penetapan pemenang proyek yang dinilai bermasalah dan menghentikan sementara proyek yang saat ini masih berproses.