BOGORPLUS.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan informasi prakiraan cuaca regional untuk wilayah Jawa Timur pada hari Sabtu, 27 Juni 2026. Secara umum, kondisi atmosfer di provinsi ini didominasi oleh langit yang berawan di sebagian besar area administrasi.

Informasi ini disampaikan sebagai panduan bagi masyarakat yang akan beraktivitas di luar ruangan sepanjang hari tersebut. Meskipun mayoritas wilayah berawan, terdapat potensi munculnya hujan ringan yang sifatnya masih sporadis atau lokal di beberapa titik.

Prakiraan cuaca BMKG mengindikasikan bahwa dinamika pergerakan angin serta kadar kelembaban udara di wilayah hilir Jawa Timur masih menunjukkan variasi yang cukup aktif pada akhir pekan ini. Dinamika ini menjadi faktor pemicu utama kondisi atmosfer yang terpantau.

Kondisi kelembaban yang cukup signifikan ini kemudian memicu pertumbuhan awan konvektif yang distribusinya tidak merata di beberapa sektor penting di Jawa Timur. Hal ini perlu menjadi perhatian khusus bagi warga setempat.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Stasiun Meteorologi Juanda, wilayah metropolitan seperti Surabaya dan daerah sekitarnya diprediksi akan mengalami rentang cuaca dari cerah berawan hingga berawan tebal, dari pagi hingga menjelang malam hari. Suhu udara diperkirakan berada dalam rentang stabil antara 24 hingga 32 derajat Celsius, dengan kelembaban relatif yang tinggi.

Petugas prakirawan menjelaskan bahwa kondisi kelembaban yang tinggi ini disebabkan oleh suplai uap air yang masih cukup banyak yang datang dari Laut Jawa. Kondisi ini menyebabkan kelembaban udara tercatat berada di atas ambang batas 60 persen saat memasuki waktu siang hari.

"Petugas prakirawan menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh suplai uap air yang masih cukup signifikan dari laut Jawa," demikian disampaikan dalam analisis cuaca terbaru.

Sementara itu, kawasan pesisir pantai utara seperti Tuban, Lamongan, dan Gresik diperkirakan akan mengalami kondisi cuaca yang lebih stabil, yakni berawan sepanjang hari. Para nelayan tradisional di daerah ini diingatkan untuk tetap memonitor kondisi ketinggian gelombang laut yang dilaporkan masih berada dalam batas aman untuk pelayaran domestik.

Kondisi serupa juga terpantau menyelimuti Pulau Madura, yang mencakup Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, di mana kecepatan angin berembus dari arah timur laut dengan kecepatan yang dianggap normal.